← Beranda
Cuma Tidur 5 Jam Tapi Tetap Segar? Bisa Jadi Anda Punya Gen Langka Ini!
Ryandi Zahdomo• Kamis, 30 April 2026 | 15.43 WIB
Ilustrasi bangun tidur (Freepik)

 

 

JawaPos.com-Pernahkah Anda merasa heran melihat seseorang yang tetap bugar dan produktif meski hanya tidur 4 atau 5 jam sehari? Di saat kebanyakan orang butuh kopi literan untuk sekadar membuka mata, kelompok orang ini justru bangun dengan semangat membara tanpa alarm. Ternyata, rahasia di balik kemampuan "super" ini bukan karena kebiasaan, melainkan mutasi genetik yang sangat langka.

Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai "gen tidur pendek". Jika Anda sering terbangun pukul 4 pagi setelah tidur tengah malam dan tetap merasa segar, bisa jadi Anda adalah salah satu dari sedikit orang yang beruntung di dunia.

Ritme sirkadian ini diwariskan secara genetik, yang berarti tubuh Anda memang dirancang untuk berfungsi maksimal dengan waktu istirahat yang sangat minim.

Kemampuan ini memungkinkan seseorang untuk tidur kurang dari 6 jam per malam tanpa mengalami efek buruk seperti kelelahan atau kabut otak. Alih-alih merasa lemas, mereka justru merasa benar-benar segar dan siap menghadapi hari. Hal ini tentu menjadi keunggulan tersendiri di dunia yang menuntut produktivitas tinggi.

Dilansir dari Yourtango, hanya sekitar 1 persen dari populasi dunia yang benar-benar memiliki mutasi genetik ini. Peneliti dari Universitas California, San Francisco, Ying-Hui Fu, telah mempelajari keluarga-keluarga yang memiliki mutasi pada gen seperti DEC2, ADRB1, dan NPSR1 yang memungkinkan mereka berkembang meski kurang tidur.

Berikut adalah 3 ciri langka yang hanya dimiliki oleh orang dengan gen tidur pendek:

1. Tingkat Produktivitas yang Luar Biasa

Memiliki waktu terjaga yang lebih lama tentu memberikan keuntungan besar dalam hal produktivitas. Orang dengan gen tidur pendek tidak hanya memiliki lebih banyak waktu, tetapi mereka juga cenderung memiliki kepribadian yang ambisius. Peneliti menemukan bahwa banyak dari mereka adalah karakter "Tipe A" yang sangat bersemangat.

Meskipun jam tidur mereka sangat sedikit, mereka tidak menunjukkan tanda-tanda stres atau kelelahan kronis. Sebaliknya, mereka sering digambarkan sebagai individu yang sangat positif, ramah, dan optimis. Karakteristik ini membantu mereka memanfaatkan setiap jam ekstra untuk mengejar tujuan hidup mereka dengan lebih efektif.

Menariknya, banyak pemilik gen ini juga merupakan pelari maraton dengan kondisi fisik yang prima. Pola tidur yang singkat ini tampaknya tidak mengganggu kesehatan fisiologis mereka. Hal ini membedakan mereka dari orang normal yang jika kurang tidur akan berisiko terkena obesitas, diabetes, hingga masalah kardiovaskular.

Mutasi genetik yang mereka miliki bertindak sebagai pelindung alami dari efek negatif kurang tidur. Mereka bisa terus bergerak tanpa henti sementara orang lain butuh waktu lama untuk memulihkan energi. Jam-jam ekstra yang mereka miliki benar-benar dimanfaatkan untuk hal-hal yang berdampak besar dalam hidup.

 

2. Memiliki Daya Ingat atau Memori yang Tajam

Salah satu mitos tentang kurang tidur adalah bahwa hal itu merusak ingatan, namun hal ini tidak berlaku bagi mereka yang memiliki gen tidur pendek. Keuntungan luar biasa lainnya adalah kemampuan memori yang sangat tajam. Mereka mampu menyerap informasi lebih banyak dan mengingatnya dalam jangka waktu yang sangat lama.

Ying-Hui Fu menyatakan bahwa sekitar 90-95 persen orang dalam penelitiannya mampu menghindari defisit memori yang biasanya dialami orang yang kurang tidur. Mereka memiliki kapasitas otak yang efisien dalam menyimpan data meski waktu tidur mereka sangat singkat. Ini adalah kemampuan kognitif yang sangat langka dan berharga.

Penelitian pada tikus yang direkayasa dengan gen NPSR1 memperkuat temuan ini. Tikus normal yang kurang tidur cenderung melupakan ancaman atau pengalaman buruk. Namun, tikus dengan gen tidur pendek tetap mampu mengingat hal-hal detail dengan sangat baik bahkan setelah terjaga dalam waktu yang lama.

Hal ini membuktikan bahwa kualitas pemrosesan otak mereka berada di level yang berbeda. Mereka tidak hanya terjaga lebih lama untuk belajar, tetapi otak mereka juga lebih cerdas dalam mengelola informasi tersebut. Kemampuan ini membuat mereka sering kali unggul dalam bidang akademis maupun profesional.

 

3. Tidak Bergantung pada Kafein dan Tidur Siang

Bagi sebagian besar orang, kopi adalah "ramuan kehidupan" yang mengubah mereka dari zombie menjadi manusia yang bisa berfungsi. Namun, bagi pemilik gen tidur pendek, kafein hanyalah pelengkap, bukan kebutuhan. Mereka secara alami bangun dengan energi yang meledak-ledak tanpa butuh asupan kafein sedikit pun.

Ciri khas utama yang membedakan mereka dari orang yang memaksakan diri kurang tidur adalah ketiadaan kebutuhan untuk tidur siang. Mereka bisa menjalani hari dengan stabil dari pagi hingga malam tanpa merasa mengantuk di tengah hari. Tubuh mereka sudah terbiasa dengan siklus energi yang sangat efisien.

Elizabeth B. Klerman, MD, Ph.D., profesor neurologi di Harvard Medical School, menjelaskan bahwa perbedaan kuncinya adalah orang yang tidur singkat tidak membutuhkan kafein atau tidur siang sama sekali. Jika seseorang harus minum kopi agar tetap terjaga, kemungkinan besar mereka hanya kekurangan tidur, bukan pemilik gen langka ini.

Baca Juga: 3 Alasan Tidur Siang Sangat Penting dan Efektif untuk Merefresh Otak di Tengah-Tengah Kesibukan

Bayangkan betapa banyaknya waktu dan uang yang bisa dihemat tanpa ketergantungan pada kopi. Mereka memulai hari dengan mesin yang sudah panas dan siap berlari kencang. Kemampuan untuk tetap fokus tanpa bantuan stimulan eksternal adalah bukti betapa kuatnya mutasi genetik yang mereka miliki. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan