Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 13.31 WIB

Jangan Biasakan Tidur Setelah Makan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

Ilustrasi seseorang tidur setelah makan (magnific) - Image

Ilustrasi seseorang tidur setelah makan (magnific)

JawaPos.com - Rasa kantuk yang muncul setelah makan sering membuat seseorang ingin segera berbaring atau tidur. Namun, kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan tubuh. 

Pasalnya, berbaring dapat memperlambat kerja sistem pencernaan sehingga makanan tertahan lebih lama di lambung. Akibatnya, perut bisa terasa kembung, mual, dan begah. Kebiasaan tidur setelah makan juga dapat menimbulkan sejumlah efek lain yang perlu diperhatikan. 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dampaknya bagi tubuh agar kebiasaan ini tidak dilakukan secara terus-menerus. Melansir dari Alodokter dan Hellosehat, Senin (12/10), berikut beberapa dampak lain yang terjadi jika anda berbaring atau tidur setelah makan. 

1. Menyebabkan Asam Lambung Naik 

Salah satu dampak yang terjadi jika langsung tidur setelah makan dapat menyebabkan naiknya asam lambung, terutama jika seseorang mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Saat seseorang langsung berbaring, isi lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan. Jika terjadi berulang kali hingga menimbulkan gejala yang mengganggu, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan penyakit asam lambung atau GERD.

2. Memicu Heartburn 

Tidur setelah makan dapat memicu heartburn, yaitu sensasi panas atau terbakar di dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Selain rasa terbakar di dada, heartburn juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di ulu hati. Keluhan ini dapat lebih sering muncul pada orang yang memiliki gangguan asam lambung. 

3. Kenaikan Berat Badan 

Ketika seseorang langsung tidur setelah makan, metabolisme tubuh melambat dan tubuh memiliki lebih sedikit waktu untuk membakar kalori dari makanan yang dikonsumsi. Kalori yang tidak terbakar dapat tersimpan sebagai lemak. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, penumpukan lemak dapat meningkatkan berat badan dan berisiko menyebabkan obesitas.

Melansir dari Verrywell Health, kenaikan berat badan berlebih ini juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kolesterol tinggi. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore