JawaPos.com – Sensasi jantung berdebar kencang secara tiba-tiba sering kali dianggap sebagai dampak wajar dari konsumsi kafein berlebih, kelelahan, atau gangguan kecemasan.
Namun, jika denyut jantung meningkat secara mendadak hingga melebihi batas normal saat beristirahat, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi awal dari gangguan irama jantung serius yang dikenal sebagai Sindrom Wolff Parkinson White (WPW).
Kondisi kelainan listrik jantung ini tergolong unik karena kerap terdeteksi pada usia anak-anak, remaja, hingga dewasa muda yang tampak sehat secara fisik.
Melansir dari laman National Institutes of Health pada Selasa (29/09), Sindrom Wolff Parkinson White merupakan kondisi bawaan sejak lahir di mana terdapat jalur listrik tambahan di dalam jantung yang memicu episode takikardia.
Jalur sinyal listrik ini membuat sinyal listrik mengarungi sel-sel jantung secara lebih cepat dari jalur normal, melewati simpul atrioventrikular (AV node).
Hal ini menyebabkan bilik jantung berdenyut sangat cepat hingga mencapai 140 - 250 detak per menit.
Dalam studi elektrofisiologi klinis menunjukkan bahwa manifestasi sindrom WPW pada pasien muda dapat memicu aritmia kompleks seperti Atrial Fibrillation (AF).
Kondisi ini jika tidak dievaluasi dengan baik berisiko meningkatkan kecemasan serta berpotensi menyebabkan henti jantung mendadak (Sudden Cardiac Death) dalam kasus yang sangat jarang.
Pendekatan diagnostik berupa elektrokardiogram (EKG) terbukti secara klinis efektif mendeteksi gelombang delta khas WPW untuk pencegahan dini.
Berikut adalah beberapa tanda klinis dan aspek penting seputar Sindrom Wolff Parkinson White yang perlu diwaspadai:
- Episode jantung berdebar sangat cepat (Palpitasi)
Gejala paling mendasar adalah serangan detak jantung cepat yang datang dan pergi secara tiba-tiba tanpa pemicu aktivitas fisik yang berat.
- Pusing, lemah, dan sesak napas
Denyut jantung yang terlalu cepat membuat pasokan darah yang dipompa ke seluruh tubuh dan otak berkurang drastis, menyebabkan penderita merasa melayang hingga mengalami sesak napas.
- Risiko pingsan (Syncope)
Akibat penurunan tekanan darah mendadak saat episode takikardia berlangsung, pasien kerap mengalami episode pingsan secara tiba-tiba yang membahayakan keselamatan.
- Sering kali tidak menimbulkan gejala (asimtomatik)
Banyak pemilik jalur listrik ekstra tidak merasakan keluhan sama sekali. Kondisi ini sering kali baru ditemukan secara tidak sengaja saat melakukan pemeriksaan EKG rutin.
- Pilihan Penanganan dan Terapi Ablasi
Penanganan dapat dilakukan melalui pemberian obat antiaritmia atau tindakan ablasi kateter prosedur medis invasif minimal untuk menghancurkan jalur listrik ekstra secara permanen dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.
Secara keseluruhan, mengenali sinyal bahaya aritmia sejak dini sangat penting bagi kelompok usia muda agar terhindar dari komplikasi kelainan jantung yang membahayakan jiwa.
Jika Anda atau anggota keluarga sering mengalami serangan jantung berdebar mendadak, pusing hebat, atau memiliki riwayat pingsan tanpa sebab yang jelas, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan lebih lanjut.