JawaPos.com - Memilih susu formula untuk anak tidak cukup hanya dengan membandingkan harga atau membaca kandungan pada kemasan.
Ada tiga hal yang bisa diperiksa, yakni komposisi, sumber susu, dan keterlacakan informasi produk melalui kode QR di kemasan.
Langkah ini membantu orang tua menilai informasi yang tersedia secara lebih menyeluruh, tanpa hanya mengandalkan klaim pada iklan atau rekomendasi orang lain.
Baca Juga: 5 Kesalahan Saat Minum Suplemen Vitamin yang Membuat Manfaatnya Berkurang
1. Cek Komposisi dan Bahan Utama Susu
Daftar komposisi merupakan salah satu informasi pertama yang perlu diperhatikan ketika memilih susu formula.
Orang tua dapat memeriksa bahan utama, kandungan yang digunakan, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan anak.
Informasi tersebut penting karena setiap produk dapat memiliki formulasi yang berbeda.
Baca Juga: Tampak Sehat dan Aktif tapi Bisa Henti Jantung, Kenali Tanda yang Sering Diabaikan
Selain membaca daftar komposisi, perhatikan pula keterangan usia pada kemasan.
Susu formula perlu dipilih sesuai kelompok usia dan kebutuhan nutrisi anak, sedangkan kondisi tertentu mungkin membutuhkan pertimbangan tambahan dari dokter atau tenaga kesehatan.
Penilaian tetap perlu mempertimbangkan keseluruhan kandungan, kebutuhan nutrisi, serta toleransi anak terhadap produk tersebut.
2. Telusuri Sumber Susu dan Proses Produksinya
Setelah memeriksa komposisi, orang tua dapat mencari tahu dari mana bahan baku susu berasal dan bagaimana bahan tersebut diproses menjadi produk akhir.
Informasi mengenai sumber bahan baku, proses pengolahan, serta sistem pengendalian kualitas dapat memberikan gambaran tambahan mengenai perjalanan produk sebelum sampai ke tangan konsumen.
Jika produsen menyediakan fitur keterlacakan melalui kode QR, orang tua bisa memanfaatkannya untuk memeriksa informasi yang tersedia.
Baca Juga: Kemenkes: 9 dari 10 Anak Muda Indonesia dengan Depresi Belum Terakses Pengobatan
Pastikan keterangan tersebut jelas, relevan dengan produk yang dibeli, dan berasal dari kanal resmi produsen.
Informasi mengenai asal susu dan proses produksi membantu konsumen mengenali produk, tetapi bukan satu-satunya dasar untuk menentukan kesesuaian susu formula bagi anak.
3. Gunakan Fitur Scan & Cek pada Kemasan
Kode QR pada kemasan dapat menjadi sarana untuk menelusuri informasi tambahan mengenai sumber bahan baku dan perjalanan produk.
Baca Juga: Ini Bahayanya Jika Terlalu Sering Menahan Buang Air Kecil
Sebelum membeli, orang tua bisa memindainya untuk mengetahui informasi apa saja yang disediakan produsen.
Orang tua juga dapat membandingkan keterangan tersebut dengan informasi komposisi, petunjuk penggunaan, tanggal kedaluwarsa, dan kondisi kemasan.
Langkah ini membantu orang tua membuat keputusan berdasarkan informasi yang lebih lengkap, bukan sekadar mengikuti tren atau mencoba berbagai produk tanpa pertimbangan yang jelas.
Baca Juga: Begini Cara Menghilangkan Sensasi Pedas di Tangan Akibat Cabai
Jika anak mengalami gangguan pencernaan berulang, sulit menerima susu, atau menunjukkan gejala alergi, konsultasikan dengan dokter daripada terus berganti produk berdasarkan pengalaman orang lain.
Mengapa Informasi Sumber dan Kualitas Susu Penting?
Informasi mengenai bahan baku dan proses produksi dapat melengkapi penilaian orang tua ketika membandingkan produk.
Produsen yang menyediakan keterangan secara terbuka memberi konsumen kesempatan untuk mencari tahu lebih jauh, bukan hanya menerima klaim yang tercantum pada kemasan.
Grace Zhou, Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia mengatakan, informasi mengenai komposisi dan sumber susu diharapkan dapat membantu orang tua memiliki pertimbangan yang lebih lengkap.
Baca Juga: Teknologi AI Percepat Penemuan Terobosan di Bidang Medis Termasuk Obat Terbaru, Hanya Satu Dekade
“Melalui Ace Fresh Journey, kami telah memperlihatkan bagaimana perjalanan susu dimulai dari sumber hingga menjadi susu formula. Melalui fitur Scan & Cek yang tersedia pada kemasan AceKid, orang tua juga dapat menelusuri informasi mengenai sumber susu tersebut secara langsung,” ujar Grace.
Menurut Grace, transparansi juga mencakup informasi mengenai bahan utama dan proses pengolahan produk.
“Kami ingin orang tua tidak harus memilih hanya berdasar satu informasi. Cek komposisinya, pahami bahan utamanya, lalu cek juga dari mana sumber susunya dan bagaimana produk tersebut dibuat,” kata Grace.
Baca Juga: Anak Disleksia Punya Kesempatan Belajar, Ketahui Gejala dan Penangannya
Dalam keterangan perusahaan, susu formula AceKid menggunakan susu segar atau natural whole milk sebagai komposisi utama.
Produk tersebut disebut diproses melalui metode One-Step Fresh Process dan tidak menggunakan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, serta perisa sintetik.
Perusahaan juga menyebut fasilitas produksinya menerapkan 25 tahapan proses dan 411 pemeriksaan kualitas pada setiap batch produk.
Baca Juga: Salmonella Lebih Bahaya dari Diare Biasa, Ini Alasan dan Komplikasinya
Informasi tersebut merupakan keterangan dari produsen yang dapat menjadi bahan penilaian konsumen, dengan tetap memperhatikan kebutuhan anak dan petunjuk penggunaan.
ASI Tetap Menjadi Prioritas Nutrisi Bayi
Di tengah banyaknya pilihan produk nutrisi anak, orang tua perlu menempatkan kebutuhan tumbuh kembang anak sebagai pertimbangan utama.
ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi.
Pemberian ASI eksklusif dianjurkan selama enam bulan pertama kehidupan, kemudian dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI atau MPASI sesuai tahap tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Manfaat Kunyit untuk Kesehatan: Apa yang Terbukti dan Apa yang Belum
Susu formula dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi anak, dengan memperhatikan kelompok usia, petunjuk penyajian, serta saran tenaga kesehatan bila diperlukan.