JawaPos.com - Perawatan kecantikan menjadi salah satu pilihan untuk menjaga penampilan dan mengatasi berbagai masalah kulit. Namun, sebagian orang mungkin khawatir wajahnya justru berubah terlalu jauh setelah menjalani treatment.
Karena itu, menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan mempertimbangkan hasil yang diinginkan menjadi hal penting sebelum mengambil tindakan.
Aesthetic Doctor of MyClinic, dr. Clarissa Nathasia, mengatakan, pendekatan perawatan estetika sebaiknya tidak bertujuan mengubah karakter wajah seseorang secara berlebihan. Menurut dia, perawatan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan proporsi wajah agar hasilnya tetap terlihat natural.
"Kita itu nggak mau mengubah wajah seseorang sampai kayak dipermak, kayak pas begitu dia kelihatan banget bedanya. Kita itu mengusung tema natural. Jadi, dengan natural itu artinya kita memberikan proporsi yang seimbang ke wajah," ujar dr. Clarissa saat Grand Launching MyClinic di Jakarta, Sabtu (10/10).
MyClinic sendiri resmi memperluas jangkauannya ke Indonesia melalui pembukaan klinik pertamanya di Jakarta pada 10 Oktober 2026. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya membawa pendekatan perawatan estetika yang dikembangkan di Malaysia ke pasar Indonesia.
Dia menjelaskan, pendekatan tersebut menitikberatkan pada upaya memperbaiki penampilan tanpa menghilangkan karakter alami wajah. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah menjaga proporsi agar hasil perawatan tidak terlihat berlebihan.
Meski demikian, menurut dr. Clarissa, tidak ada satu jenis treatment yang bisa diterapkan kepada semua pasien dengan hasil yang sama. Kondisi kulit, usia, serta kebutuhan setiap orang perlu dinilai terlebih dahulu sebelum dokter menentukan tindakan.
"Kita balikin lagi sebenarnya ke usia pasien. Terus kita akses juga kulitnya gimana," jelasnya.
Dia mencontohkan, dua pasien yang memiliki keluhan penuaan kulit belum tentu membutuhkan jenis perawatan yang sama. Ada pasien yang mungkin memerlukan tindakan tertentu dalam jumlah terbatas, sementara pasien lainnya bisa saja membutuhkan pendekatan berbeda.
"Bahkan bisa aja mungkin Ultherapy-nya cuma perlunya dikit. Atau mungkin ya sudah enggak usah Ultherapy, Sculptra, Density," kata Clarissa.
Karena itu, konsultasi menjadi bagian penting sebelum menjalani perawatan estetika. Melalui konsultasi, dokter dapat mendengarkan keluhan pasien, memahami kondisi kulit, serta menentukan tindakan berdasarkan kebutuhan masing-masing individu.
Selain menentukan jenis perawatan, dr. Clarissa juga menilai edukasi mengenai hasil yang realistis perlu diberikan kepada pasien. Hal ini terutama penting bagi mereka yang menginginkan kulit lebih kencang tanpa menjalani operasi.
Menurut dia, pasien perlu memahami bahwa hasil treatment nonbedah tidak selalu setara dengan operasi dan mungkin membutuhkan beberapa kali perawatan untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
"Ya tentunya, beda ya kalau operasi kan mungkin sekali tarik kan langsung kelihatannya. Tapi, dengan treatment itu kan kita mungkin untuk beberapa kali. Dan mungkin hasilnya juga nggak sebagus yang kita operasi kan," ungkapnya.
dr. Clarissa menambahkan, perawatan untuk pasien berusia muda juga tidak harus langsung menggunakan tindakan yang lebih intensif. Perawatan dapat dimulai dari langkah dasar, seperti skincare atau facial apabila diperlukan, dengan tetap menyesuaikan kondisi kulit.
Dengan demikian, pemilihan treatment sebaiknya tidak hanya berorientasi pada perubahan penampilan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan kulit, proporsi wajah, dan ekspektasi hasil yang realistis.