JawaPos.com - Sebagai orangtua, kita menginginkan yang terbaik untuk anak. Namun terkadang hal ini mendorong para orang tua melakukan kesalahan dalam pola asuh anak yang justru membuat mereka dijauhi.
Menemukan pola parenting yang tepat adalah soal menemukan keseimbangan yang rumit antara mengasuh, membimbing dan mendukung pertumbuhan anak. Dan hal ini jelas bukanlah perkara yang mudah.
Dilansir dari laman Times of India pada Kamis (18/7), berikut kesalahan orangtua dalam pola asuh yang justru membuat anak menjauh.
1. Terlalu Protektif
Salah satu kesalahan umum orangtua dalam pola parenting adalah seringkali mereka terlalu protektif terhadap anak. Hal ini mendorong mereka untuk melindungi anak-anak mereka dari segala bahaya dan kekecewaan yang ada di dunia.
Sikap terlalu protektif ini dapat menghambat kemandirian dan membuat kepercayaan diri anak menjadi rendah.
Selain itu ketika anak-anak merasa terlalu dikendalikan dan dikekang, mereka mungkin akan memberontak atau menjauh untuk mencari kebebasan dari pengawasan orangtua.
2. Terlalu Sering Mengkritik
Kritik bukanlah hal buruk. Kritik yang membangun dibutuhkan untuk membantu anak-anak berkembang dan berhasil.
Hanya saja jika terlalu sering, kritik dapat merusak harga diri anak dan menimbulkan perasaan tidak mampu.
Seiring berjalannya waktu, anak-anak mungkin akan menjauhkan diri untuk menghindari perasaan dihakimi dan tidak dihargai.
Baca Juga: Anak Aktif Bergerak? Bisa Jadi Si Kecil Memiliki Kecerdasan Kinestetik, Yuk Kenali Ciri-cirinya!
3. Kurangnya Kedekatan Secara Emosional
Pekerjaan yang sibuk dan stres dapat membuat orangtua sulit untuk hadir secara emosional bagi anak-anak mereka. Padahal anak-anak membutuhkan dukungan dan validasi emosional.
Ketika orangtua tidak menjalin kedekatan secara emosional, anak-anak akan merasa diabaikan. Bahkan mungkin mereka akan mencari kedekatan itu dari orang lain.
4. Ekspektasi yang Terlalu Tinggi
Orangtua seringkali punya harapan yang tinggi terhadap keberhasilan anak-anak mereka dalam bidang akademik, olahraga dan kegiatan lainnya.
Menetapkan harapan yang tidak realistis dapat menyebabkan tekanan dan stres yang sangat besar bagi anak-anak. Ketakutan tidak memenuhi harapan tersebut dapat menyebabkan anak-anak menjauh.
Selain itu timbul perasaan dalam diri bahwa mereka tidak pernah cukup baik.
5. Tidak Konsisten dalam Menerapkan Disiplin
Orangtua mungkin kesulitan untuk menerapkan aturan dan konsekuensi yang konsisten. Perilaku yang tidak konsisten dalam mendisiplinkan anak dapat membingungkan anak.
Tak hanya itu hal ini juga menimbulkan perasaan tidak adil dan dendam. Anak bisa menjadi frustrasi dan menjauh karena reaksi orangtua yang tak bisa diprediksi.
6. Kurangnya Apresiasi
Orangtua mungkin lebih fokus untuk mengoreksi kesalahan daripada mengakui perilaku yang baik. Gagal mengenali dan menghargai usaha dan prestasi anak dapat membuat mereka merasa tidak dihargai.
Kurangnya pengakuan ini dapat menjauhkan anak. Bahkan mereka bisa mencari validasi di tempat lain.
7. Terlalu Pengatur
Kebanyakan orangtua percaya bahwa mereka tahu apa yang terbaik dan ingin memastikan segala sesuatunya dilakukan dengan benar. Mengatur setiap aspek kehidupan anak secara mendetail dapat menyebabkan perasaan anak terkekang dan kurangnya kemandirian.
Hal ini dapat membuat anak-anak menjauh untuk menunjukkan kemandirian mereka dan membuat pilihan mereka sendiri.
8. Tidak Menghormati Privasi
Orangtua seringkali ingin tetap mendapatkan informasi dan terlibat dalam kehidupan anak mereka. Perilaku ini mengganggu privasi anak.
Mengganggu privasi anak dapat menimbulkan rasa tidak percaya dan pelanggaran ruang pribadi. Oleh karena itu pentingnya menghormati batasan untuk dapat membina hubungan yang saling percaya dan hormat.