JawaPos.com – Austin Institute for The Study of Family and Culture menggunakan data dari 4 ribu orang dewasa yang bercerai untuk mengidentifikasi alasan utama perceraian di Amerika Serikat.
Alasan-alasan tersebut meliputi perselingkuhan oleh salah satu pihak, salah satu pasangan tidak responsif terhadap kebutuhan pasangan lainnya, ketidakcocokan, ketidakdewasaan pasangan, kekerasan emosional dan masalah keuangan.
Berikut ini adalah daftar alasan perceraian yang umum ditemukan, disertai dengan alasan statistik perceraian sebagaimana dilansir dari laman Marriage, Senin (12/8) :
1. Perselingkuhan
Bila seseorang keluar dari hubungan untuk memenuhi kebutuhannya baik secara fisik maupun seksual, hal ini dapat menghancurkan hubungan. Sangat sulit untuk mendapatkan kembali kepercayaan setelah pasangan merasa dikhianati.
Perselingkuhan adalah alasan nomor satu untuk perceraian dan bertanggung jawab atas 20-40 persen kegagalan sebagian besar pernikahan yang berakhir dengan perceraian.
Ruth Houston, pakar perselingkuhan menjelaskan bahwa perselingkuhan sering kali bermula dari persahabatan yang tampaknya tidak berbahaya. Artinya perselingkuhan bermula dari hubungan emosional yang kemudian berubah menjadi hubungan fisik.
2. Masalah keuangan
Menurut statistik perceraian, alasan perceraian adalah kurangnya kecocokan dalam hal finansial yang menyebabkan perceraian hampir 41 persen. Mulai dari kebiasaan belanja dan tujuan keuangan yang berbeda hingga salah satu pasangan yang menghasilkan jauh lebih banyak uang daripada yang lain.
Selain itu, perbedaan dalam jumlah uang yang dibawa masing-masing pasangan ke dalam pernikahan juga dapat memicu perebutan kekuasaan di antara pasangan.
Intinya, uang dan tingkat stres memang berjalan beriringan bagi banyak pasangan jadi tidak heran banyak pula yang memilih bercerai karena faktor finansial.
3. Kurangnya komunikasi
Komunikasi memang sangat penting dalam pernikahan dan tidak mampu berkomunikasi secara efektif dapat dengan cepat mengakibatkan kebencian dan frustasi bagi kedua belah pihak yang bisa berdampak pada semua aspek pernikahan.
Di sisi lain, komunikasi yang baik merupakan pondasi pernikahan yang kuat. Sebaliknya, memarahi pasangan, tidak cukup berbicara sepanjang hari dan melontarkan komentar-komentar jahat untuk mengekspresikan diri adalah metode komunikasi tidak sehat yang harus dibuang dalam pernikahan.
Ironisnya, komunikasi yang buruk menjadi salah satu penyebab terbesar 65 persen perceraian.
4. Berdebat terus-menerus
Pasangan yang tampaknya terus-menerus bertengkar tentang hal yang sama sering kali melakukannya karena mereka merasa tidak didengarkan atau dihargai. Mulai dari bertengkar soal tugas rumah hingga bertengkar soal anak-anak yang tiada henti dapat menghancurkan banyak hubungan.
Banyak orang merasa sulit untuk melihat sudut pandang orang lain yang berujung pada banyaknya pertengkaran tanpa pernah menemukan solusi. Hal ini dapat menjadi penyebab perceraian sekitar 57,7 persen pasangan.
5. Kurangnya keintiman
Penyebab lain perceraian dalam rumah tangga adalah kurangnya keintiman baik fisik maupun emosional. Jika Anda terus-menerus bersikap dingin kepada pasangannya maka hal itu dapat menjadi dasar perceraian seiring berjalannya waktu.
Anda bisa melakukan tindakan-tindakan kecil untuk meningkatkan keintiman hubungan Anda mulai dari kebaikan kecil, penghargaan dan menikmati momen bersama.
6. Tidak siap menikah
Hal mengejutkan bahwa sebesar 75 persen dari pasangan dari segala usia menyalahkan ketidaksiapan mereka untuk kehidupan pernikahan sebagai penyebab perceraian. Bahkan angka perceraian tertinggi terjadi pada pasangan berusia 20-an. ***