← Beranda
Kosmetik Berbahan Salmon dan Getah Birch Populer, Hokkaido Kembangkan Potensi Lokal
Dhimas Ginanjar• Senin, 28 September 2026 | 17.35 WIB
Foto yang diambil pada 21 Mei 2026 memperlihatkan pameran dan penjualan produk kosmetik berbahan baku dari Hokkaido di kantor pemerintah Prefektur Hokkaido di Sapporo. (Kyodo)

JawaPos.com - Kosmetik berbahan bahan lokal seperti salmon, bit gula (sugar beet), dan getah pohon birch semakin menarik perhatian di Hokkaido, Jepang. Produsen memanfaatkan kekayaan alam wilayah tersebut sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat setempat.

Dilansir dari Kyodo, Senin (28/9), produk-produk tersebut banyak menggunakan bahan alami atau yang berasal dari makanan. Kehadirannya turut memberikan dampak terhadap perekonomian daerah melalui wisata pabrik, penyerapan tenaga kerja lokal, serta dukungan terhadap wilayah penghasil bahan baku.

Dalam pameran dan acara penjualan kosmetik yang digelar di kantor pemerintah Hokkaido pada Mei, tujuh perusahaan lokal memamerkan produk yang menggunakan berbagai bahan dari seluruh wilayah pulau tersebut.

Perusahaan Abyssal Japan yang berbasis di Sapporo menampilkan lulur tubuh yang menggunakan butiran bit gula untuk membantu mengangkat kotoran dari kulit secara lembut. Produk tersebut diklaim cukup ringan untuk bayi dengan kulit sensitif maupun penderita dermatitis atopik.

Produk lain yang dipamerkan antara lain serum dengan bahan pelembap yang berasal dari tulang rawan hidung salmon serta tabir surya berbahan peppermint Jepang.

“Mereka sangat memperhatikan bahan yang digunakan, sehingga membuat saya merasa tenang dan terus kembali membeli produk mereka,” kata seorang investor perempuan berusia 55 tahun dari Sapporo yang menyimak penjelasan para peserta pameran.

Konsumen Datang Langsung ke Pabrik

Kosmetik berbahan Hokkaido memang dapat ditemukan di bandara dan toko oleh-oleh. Namun, sebagian konsumen justru datang langsung ke pabrik yang berada di daerah yang lebih terpencil di pulau tersebut.

Perusahaan kosmetik sekaligus peritel Shiro Co. yang didirikan di Hokkaido pada 1989 membuka pabrik di Sunagawa, sekitar satu jam perjalanan menggunakan mobil dari Sapporo, pada 2023.

Pengunjung dapat membuat parfum sesuai selera mereka sendiri di fasilitas tersebut. Hingga Juni, jumlah pengunjung yang datang secara keseluruhan telah mencapai 800.000 orang.

Shiro menggunakan 13 bahan dari Hokkaido dalam produk-produknya, termasuk asparagus dan Rawan-buki, salah satu jenis tanaman butterbur berukuran raksasa.

“Kami mencari bahan di seluruh dunia sebelum menyadari bahwa Hokkaido sendiri memiliki bahan-bahan yang sangat baik,” kata manajer fasilitas Kohei Takeda.

Menurut Takeda, pesan tersebut mendapat respons positif dari konsumen dan membuat mereka terus kembali menggunakan produk Shiro.

Sementara itu, perusahaan perawatan kulit Natural Science Co. yang berbasis di Tokyo membuka pabrik sekaligus museum di bekas gedung sekolah menengah pertama di Shiraoi.

Perusahaan tersebut tertarik mendirikan fasilitas di lokasi itu karena adanya mata air dari Danau Kuttara yang dikenal memiliki salah satu air paling jernih di Jepang.

Tanaman calendula yang digunakan dalam krim tubuh dan minyak kecantikan perusahaan tersebut juga ditanam di area fasilitas.

Tempat tersebut menarik sekitar 80.000 pengunjung setiap tahun sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Hampir 80 persen dari 94 karyawan fasilitas tersebut direkrut dari wilayah sekitar.

Kosmetik Ikut Jaga Hutan

Produsen kosmetik besar Kose Corp. mengambil pendekatan berbeda dengan bekerja sama dengan Kota Bifuka, tempat getah pohon birch putih yang digunakan dalam produknya diperoleh.

Melalui kesepakatan yang bertujuan menjaga kelestarian hutan sekaligus menghidupkan kembali perekonomian daerah, Kose membantu menanggung biaya pengelolaan hutan yang terbengkalai.

Perusahaan juga menanam pohon birch putih dan memanfaatkan getahnya sebagai bahan produk kosmetik. Inisiatif tersebut dirancang untuk mendukung perkembangan industri lokal secara berkelanjutan.

“Kami berharap hal ini juga membantu meningkatkan profil Bifuka sebagai sumber bahan baku,” kata Hiroki Ogura, kepala seksi di pemerintahan kota tersebut.

EDITOR: Dhimas Ginanjar