← Beranda
5 Kebiasaan Charlie Munger yang Membuat Seseorang Makin Cerdas Setiap Hari, Buktikan Sendiri!
Mellyna Putri Diniar• Selasa, 6 Oktober 2026 | 19.48 WIB
Charlie Munger, investor dan mitra Warren Buffett, dikenal karena cara berpikir disiplin serta kebiasaan belajar yang diterapkannya sepanjang hidup (New Trader U)

 

JawaPos.com - Charlie Munger menghabiskan hampir satu abad untuk mengasah cara berpikirnya. Sebagai mitra Warren Buffett sekaligus wakil ketua Berkshire Hathaway selama puluhan tahun, Munger dikenal karena pandangannya yang tajam tentang investasi, bisnis, dan kehidupan.

Ia tidak pernah menganggap kecerdasan sebagai sesuatu yang semata-mata dibawa sejak lahir. Bagi Munger, kemampuan berpikir jernih lebih banyak dibentuk oleh kebiasaan yang dilakukan berulang kali, termasuk membaca, menguji keyakinan sendiri, dan belajar dari berbagai bidang.

Kebiasaan-kebiasaan itu juga menjelaskan mengapa pemikirannya tetap relevan bahkan setelah puluhan tahun berkecimpung di dunia bisnis. Munger lebih menekankan proses memperbaiki cara berpikir sedikit demi sedikit daripada mengejar satu terobosan besar.

Dilansir dari New Trader U, Senin (5/10/2026), Munger memiliki lima kebiasaan utama yang dapat membantu seseorang menjadi lebih bijaksana setiap hari. Kebiasaan tersebut tidak membutuhkan bakat khusus, tetapi menuntut konsistensi dan kemauan untuk mempertanyakan cara berpikir sendiri. Berikut daftarnya:

Baca Juga: 8 Kebiasaan Psikologi Anak dari Orang Tua yang Tidak Pernah Mengakui Kesalahan

1. Membaca setiap hari

Munger membaca hampir sepanjang waktu luangnya, bukan hanya laporan perusahaan, tetapi juga biografi, sejarah, dan sains. 

Menurutnya, orang yang benar-benar bijaksana tidak mungkin berhenti belajar melalui bacaan. "Sepanjang hidup saya, saya tidak pernah mengenal orang bijaksana yang tidak terus-menerus membaca. Tidak ada, nol," kata Munger.

Kebiasaan itu juga dimiliki Buffett. Munger bahkan bercanda bahwa anak-anaknya menganggap dirinya seperti "buku dengan sepasang kaki yang menyembul."

2. Sengaja mencari alasan bahwa diri sendiri bisa salah

Munger tidak mengumpulkan informasi hanya untuk membenarkan pendapatnya. Ia justru mencari bukti yang dapat menghancurkan gagasan yang diyakininya. 

"Menghancurkan gagasan Anda dengan cepat ketika waktunya tepat adalah salah satu kualitas paling berharga yang bisa Anda miliki," ujarnya.

Ia juga tidak ingin berpendapat sebelum memahami argumen dari pihak yang berseberangan. "Saya tidak pernah membiarkan diri saya memiliki pendapat tentang sesuatu yang argumen dari sisi lainnya belum saya pahami lebih baik daripada mereka," kata Munger.

Cara ini membantu menghindari confirmation bias, yakni kecenderungan hanya mencari informasi yang mendukung keyakinan sendiri.

3. Memahami Masalah dari Berbagai Sudut Pandang

Munger menilai seseorang bisa mudah keliru jika hanya mengandalkan cara berpikir dari satu bidang keahlian. Karena itu, ia mempelajari berbagai konsep dari psikologi, ekonomi, biologi, fisika, dan matematika untuk melihat suatu persoalan dari lebih banyak sudut.

"Kalian harus memiliki model-model dalam pikiran dan menempatkan pengalaman, baik langsung maupun tidak langsung, di atas jaringan model tersebut," kata Munger dalam pidatonya di USC Business School pada 1994.

Bagi Munger, seseorang tidak perlu menguasai semua bidang secara mendalam. Ia memperkirakan sekitar 80–90 model penting sudah dapat membantu seseorang memahami sebagian besar persoalan di dunia. 

Ia juga memperingatkan bahwa jika terlalu terpaku pada satu cara berpikir, seseorang bisa memaksakan kenyataan agar sesuai dengan keyakinannya sendiri.

4. Membalik persoalan untuk menemukan jalan keluar

Munger mempelajari prinsip inversion dari matematikawan Jerman Carl Jacobi. Alih-alih hanya bertanya bagaimana mencapai keberhasilan, ia bertanya apa yang pasti menyebabkan kegagalan.

"Yang ingin saya ketahui hanyalah di mana saya akan mati, sehingga saya tidak akan pernah pergi ke sana," ujarnya. Menurut Munger, menghindari kebodohan secara konsisten sering lebih menguntungkan daripada berusaha terlihat sangat cerdas. 

Prinsip ini, misalnya, dapat diterapkan dalam keuangan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi penyebab seseorang bangkrut, seperti utang berlebihan atau menempatkan seluruh dana pada satu investasi.

Baca Juga: Inilah 5 Kebiasaan Generasi Boomer yang Dinilai Kurang Relevan oleh Milenial dan Gen Z

5. Membiarkan kebijaksanaan bertumbuh melalui akumulasi

Munger menerapkan prinsip compounding bukan hanya pada uang, tetapi juga pengetahuan. "Habiskan setiap hari dengan berusaha menjadi sedikit lebih bijaksana daripada ketika Anda bangun," katanya.

Dalam pidato kelulusan USC Gould School of Law pada 2007, ia menyebut orang-orang yang terus berkembang sebagai "mesin pembelajar." Mereka, kata Munger, tidur dalam kondisi sedikit lebih bijaksana dibandingkan ketika bangun.

Munger meninggal pada November 2023, sekitar sebulan sebelum ulang tahunnya yang ke-100. Hingga usia 90-an, ia masih membaca dan menjawab pertanyaan dalam pertemuan pemegang saham. Bagi Munger, kecerdasan bukan hasil satu lompatan besar, tetapi akumulasi perbaikan kecil yang dilakukan selama bertahun-tahun.

EDITOR: Candra Mega Sari