“Semoga almarhun husnul khatimah, diampuni kesalahannya, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di jannatun na’im,” ungkap dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/7).
Untuk diketahui, almarhum dikenal sebagai pemikir sekaligus praktisi yang memahami dunia pendidikan secara mendalam dan luas. Baik ketika masih di Kemendikbud sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) maupun di Persyarikatan Muhammadiyah.
Haedar mengatakan bahwa Baedhowi betul-betul menekuni dan mencintai pendidikan secara total, sehingga hidupnya dihabiskan untuk berkhidmat memajukan pendidikan.
“Beliau sosok yang ramah, luwes, dan bergaul luas dengan banyak kalangan di lingkungan pegiat dan penggerak pendidikan. Komitmennya untuk memajukan pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah sangat tinggi dan tidak kenal lelah,” tutur dia.
Baca Juga: Ini Sanksi Pidana Bagi Pelanggar PPKM Darurat
Dalam beberapa waktu terakhir, Baedhowi bersama kolega di Majelis Dikdasmen begitu serius dalam penyusunan program pendidikan unggul atau pendidikan utama Muhammadiyah.
“Terakhir menyusun Peta Jalan Pendidikan Muhammadiyah, Pangkalan Data Pendidikan Muhammadiyah, dan Penyelenggaraan Pendidikan Muhammadiyah di masa pandemi dengan pembelajaran daring," ujar dia.
"Semoga pengkhidmatan Prof Baedhowi dalam memajukan pendidikan dasar dan menengah menjadi tonggak bagi masa depan pendidikan Muhammadiyah yang unggul berkemajuan,” sambung Haedar.
Dunia pendidikan, kata dia tentu sangat merasa kehilangan salah satu tokoh pendidikan Muhammadiyah yang ikhlas, bersahaja dan berwawasan luas. “Generasi selanjutnya dapat menjadi penerus yang dapat membawa keunggulan dan kemajuan pendidikan Muhammadiyah di tengah persaingan yang semakin berat,” tutup dia.