ahy
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak mempersoalkan bila Prabowo Subianto akan melakukan rekonsoliasi dengan partai yang tidak mendukungnya di Pilpres 2024. Dia menyerahkan kebijakan tersebut kepada Prabowo.
"Bagi saya ketika ada niatan terjadi penggabungan atau perkuatan koalisi, tentunya sebagai presiden terpilih, pak Prabowo merupakan pemimpin Koalisi Indonesia Maju. Saya menghormati betul apa yang beliau harapkan," kata AHY kepada wartawan, Senin (26/2).
AHY mengatakan, selama ini Prabowo selalu terbuka kepada partai Koalisi Indonesia Maju (KIM). Dalam pengambilan keputusan, Prabowo selalu melibatkan koalisi.
Baca Juga: KPK Sebut Dugaan Korupsi Kelengkapan Rumah Jabatan DPR Rugikan Keuangan Negara Miliaran Rupiah
"Yang penting kita punya ruang itu. Yang saya rasa kalau kita punya ruang itu saya rasa kita semua merasa terwakili pikiran juga aspirasinya," jelasnya.
"Selebihnya, kita kembalikan kepada pemimpin kita pak Prabowo. Itu yang seharusnya menjadi etika dalam membangun koalisi oleh pemimpinnya. Tentu kalau dirasa ada keperluan membangun atau memperkuat koalisi sekali lagi kita serahkan ke pak Prabowo," pungkas AHY.
Sebelumnya, Jokowi angkat bicara terkait pertemuannya dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Negara, Jakarta, pada Minggu (18/2). Jokowi mengaku, pertemuannya dengan Surya Paloh membicarakan situasi politik terkini.
"Ya pertemuan politik biasa. Bicara masalah politik juga biasa," kata Jokowi di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara, Jakarta, Senin (19/2).
Jokowi enggan menjelaskan siapa yang mengundang pertemuan antara dirinya dengan Surya Paloh. Menurutnya, terpenting akan bermanfaat bagi situasi politik terkini.
"Nggak perlu lah siapa yang undang, gak perlu. Yang paling penting memang ada pertemuan, dan itu akan sangat bermanfaat bagi perpolitikan kita, bagi negara kita. Yang paling penting itu," tegas Jokowi.
Koordinator Staf Presiden Ari Dwipayana membenarkan adanya pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Pertemuan kedua tokoh itu berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Minggu (18/2) malam.