JawaPos.com - Pemerintah tak ingin Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih hanya terlihat berjalan di atas kertas. Mulai 15 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama sejumlah pejabat pemerintah bakal turun langsung ke koperasi dan mengambil peran sebagai “pramuniaga”.
"Dan tanggal 15 Oktober, kami akan bagi tugas. Masing-masing nanti eh jadi anu, pramuniaga. Ya saya jadi pramuniaga di koperasi mana, Pak Wamen jadi pramuniaga di koperasi mana," kata Zulhas saat konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (29/9).
Dia mengatakan, keterlibatan langsung tersebut dilakukan untuk memperlihatkan kepada publik bahwa Kopdes Merah Putih mulai menjalankan aktivitasnya. Namun, Zulhas mengakui operasional koperasi belum akan berlangsung serentak di seluruh wilayah.
Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Berdentum, BPBD Imbau Warga Lumajang Tak Panik
"Mungkin belum semua tapi secara bertahap," kata dia.
Sebelum turun langsung pada 15 Oktober, pemerintah menargetkan para manajer Kopdes mulai ditempatkan pada 1 Oktober 2026. Penempatan tersebut kemudian akan dievaluasi beberapa hari setelahnya.
"7 Oktober kita akan dievaluasi dengan deputi dan wakil-wakil para dirut, mana saja yang sudah diisi dari puluhan ribu Kopdes yang sudah berjalan itu," kata Zulhas.
Zulhas menjelaskan, manajer Kopdes nantinya memiliki peran penting karena koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha, tetapi juga menjadi bagian dari penyaluran sejumlah program pemerintah.
Baca Juga: Isi Kekurangan SDM, 1.900 Manajer Kopdes Merah Putih Ditempatkan Lintas Provinsi
"Koperasi ini kan bukan supermarket, tapi dia infrastruktur pemerintah yang menangani masalah-masalah subsidi, bantuan pemerintah, dan lain-lain," ujarnya.
Sejumlah layanan dan komoditas pemerintah juga diarahkan untuk disalurkan melalui Kopdes. Di antaranya pupuk, beras SPHP, bantuan pangan, hingga LPG 3 kilogram.
"Pupuk harus drop di situ, penyalurannya melalui Kopdes, barang-barang subsidi. Beras SPHP, bantuan pangan, kemudian eh gas 3 kilo, pupuk, apalagi tadi ya BRILink, Mekaar itu," kata Zulhas.
Dia menambahkan, layanan lain seperti pembayaran listrik juga akan masuk dalam aktivitas koperasi.