← Beranda
26.569 Bangunan Fisik Kopdes Merah Putih Rampung, Jawa Timur Terbanyak
Dimas Choirul• Rabu, 30 September 2026 | 16.49 WIB
Rapat koordinasi terbatas tingkat menteri mengenai Kopdes Merah Putih yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Zulhas) pada Selasa (29/9)/(Kemenko Pangan)

JawaPos.com - Pemerintah mencatat pembangunan fisik 26.569 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih telah rampung 100 persen. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah bangunan Kopdes Merah Putih terbanyak, yakni mencapai 5.907 unit.

Data tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi terbatas tingkat menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pada Selasa (29/9).

Selain Jawa Timur, Jawa Tengah menempati posisi berikutnya dengan 5.788 unit Kopdes Merah Putih yang telah selesai dibangun. Kemudian Jawa Barat sebanyak 2.299 unit, Sumatera Utara 1.427 unit, dan Aceh 1.317 unit.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries Awal Oktober 2026: Kesabaran Diuji, Tetap Fokus pada Tujuan

Menurut Zulhas, penyelesaian bangunan perlu segera diikuti kesiapan pengelola, pasokan barang, dan layanan. Karena itu, pemerintah membahas hambatan penempatan manajer sekaligus mempercepat kerja sama dengan pihak yang akan menyediakan layanan di Kopdes Merah Putih.

PT Agrinas Pangan Nusantara telah menandatangani 28.891 kontrak kerja manajer Kopdes. Para manajer dijadwalkan mulai bertugas pada 1 Oktober 2026 dengan status pegawai berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.

Gaji manajer mengikuti ketentuan wilayah penempatan, dengan kisaran yang disampaikan dalam rapat Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta per bulan.

Menanggapi keluhan calon manajer yang ditempatkan jauh dari domisili, Zulhas menjelaskan bahwa jumlah manajer yang direkrut saat ini lebih banyak daripada jumlah koperasi yang siap beroperasi. Pemerintah akan melakukan penyesuaian penempatan setelah proses penerimaan awal selesai dan koperasi yang lebih dekat telah siap.

"Manajernya memang sudah banyak, sementara koperasinya belum sebanyak itu. Jadi, yang sekarang ditempatkan jauh dari domisili nanti akan disesuaikan setelah koperasi-koperasi selesai dibangun," ujar pria yang juga sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Berdasarkan data penempatan, 71,91 persen manajer ditempatkan dalam radius maksimal 50 kilometer dari domisili dan 88,28 persen tetap berada di provinsi asal. Kasus penempatan yang jauh akan menjadi perhatian dalam proses penyesuaian tersebut.

"Misalnya, ada yang tinggal di Depok tetapi ditempatkan di Gorontalo. Tentu itu jauh sekali. Setelah diterima, nanti akan disesuaikan dengan koperasi terdekat dari domisilinya," jelasnya.

Di sisi layanan, Zulhas mengoordinasikan tindak lanjut kerja sama Kopdes dengan BUMN, lembaga keuangan, dan kementerian terkait. Rencana kerja sama itu mencakup distribusi beras SPHP dan bantuan pangan bersama Bulog; LPG bersama Pertamina Patra Niaga; pupuk bersubsidi bersama Pupuk Indonesia; serta gula, beras premium, dan kebutuhan pokok bersama ID FOOD.

Kopdes juga disiapkan untuk menyediakan layanan perbankan melalui bank-bank Himbara, pembiayaan ultra mikro melalui PNM, layanan logistik bersama Pos Indonesia, serta obat bebas dan obat bebas terbatas melalui Kimia Farma. Kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui perjanjian dengan masing-masing pihak.

"Koperasi ini bukan supermarket, tetapi infrastruktur pemerintah untuk mendukung penyaluran subsidi, bantuan pangan, gas 3 kilogram, pupuk, layanan keuangan, pembayaran listrik, dan berbagai kebutuhan lainnya," pungkasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah