← Beranda
8 Aki Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Digondol Maling, Bahaya Mengintai
Ryandi Zahdomo• Rabu, 30 September 2026 | 20.45 WIB
Ilustrasi Erupsi Terjadi pada Gunung Anak Krakatau (voi.id)

 

JawaPos.com - Delapan unit baterai akumulator (aki) di Stasiun Pemantau LV93 Gunung Anak Krakatau digondol pencuri, mengancam keandalan sistem peringatan dini erupsi dan memicu keprihatinan mendalam dari pakar manajemen bencana.

Aksi pencurian ini terkuak saat tim teknis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menerobos area kawah pada 27 September 2026.

Petugas menemukan seluruh aki penyuplai daya di boks penyimpanan hilang raib, usai transmisi data sebelumnya terganggu akibat lontaran material erupsi sejak 16 September 2026.

Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) sekaligus Dosen Magister Manajemen Bencana SPPB Universitas Indonesia (UI) Dr. Daryono menuturkan, pencurian ini bukan sekadar penjarahan barang biasa.

"Aki tersebut merupakan bagian penting dari sistem catu daya yang menopang berbagai instrumen pemantauan. Di tengah kerusakan sejumlah panel surya akibat aktivitas erupsi, kehilangan sumber daya ini semakin membatasi kemampuan peralatan untuk beroperasi secara optimal," ujar Daryono, Rabu (30/9).

Ia mengingatkan bahwa kelumpuhan alat pemantau berpengaruh langsung terhadap keselamatan warga, nelayan, pelaut, dan wisatawan di kawasan rawan bencana.

"Kalau alat monitoring lumpuh, petugas kesulitan memantau aktivitas seismik pertanda gunung akan erupsi. Dalam situasi krisis, keterlambatan informasi dapat meningkatkan risiko bagi masyarakat luas," tegasnya.

Daryono mendesak kepolisian mengusut tuntas pelaku pencurian demi memberikan efek jera, sekaligus mengajak warga pesisir aktif menjaga sarana kebencanaan.

"Masyarakat sekitar perlu dilibatkan sebagai penjaga bersama infrastruktur mitigasi. Edukasi harus terus dilakukan: jangan mengambil, merusak, memindahkan, atau mengutak-atik perangkat di lapangan," tutup Daryono.

PVMBG dijadwalkan kembali bertolak ke Selat Sunda pada Oktober 2026 untuk mengoptimalisasi seluruh jaringan peralatan pemantauan secara menyeluruh.

PVMBG Gerak Cepat dan Dipastikan Aman

Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati sebelumnya menerangkan, tim teknis bergerak cepat mengganti aki dan mengaktifkan kembali perangkat yang terdampak.

"Tim telah melakukan penggantian aki dan menghidupkan kembali Seismometer dan CCTV di stasiun LV93 yang terdampak erupsi sehingga saat ini sudah beroperasi normal," kata Rita dikutip dari Antara.

Rita memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga berkat sistem pengamatan berlapis (backup station), seperti Stasiun Tanjung di Pulau Gunung Anak Krakatau yang terus konsisten merekam aktivitas seismik kawasan Selat Sunda.

PVMBG menjelaskan bahwa kawasan kawah Gunung Anak Krakatau memiliki kadar korosi gas sulfur yang sangat tinggi.

Hal ini membuat penggunaan pagar kawat besi tidak memungkinkan, sehingga pengamanan mengandalkan boks penyimpanan tertutup khusus anti-korosi, CCTV internal, dan papan peringatan sanksi pidana.

Kasus di Anak Krakatau ini memperpanjang catatan kelam kejahatan terhadap fasilitas mitigasi bencana di Indonesia sepanjang 2025–2026, yang sebelumnya juga membobol pemantau di Gunung Semeru, Gunung Gamalama, Gunung Kelud, dan Gunung Papandayan.

EDITOR: Estu Suryowati