JawaPos.com - Arrmanatha Christiawan Nasir resmi dilantik sebagai Menteri Luar Negeri RI, Kamis (1/10).
Diplomat senior yang akrab disapa Tata ini menggantikan Sugiono yang sebelumnya menjabat Menlu di Kabinet Merah Putih sejak 21 Oktober 2024.
Sebelum dipercaya memegang pucuk pimpinan di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arrmanatha mengemban amanat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri mendampingi Sugiono, bersama jajaran Wamenlu Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno.
Pria kelahiran 30 Desember 1971 ini bukan sosok baru di panggung diplomasi internasional. Rekam jejaknya membentang luas, mulai dari negosiator perdagangan hingga menduduki sejumlah posisi dubes strategis di berbagai negara dan organisasi dunia.
Latar Belakang Pendidikan Ekonomi dan Hubungan Internasional
Arrmanatha menyelesaikan studi sarjana (S1) di bidang ekonomi dari University of Buckingham, Inggris. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister (S2) di University of Leicester serta Universitas Indonesia.
Bekal keilmuan di bidang ekonomi, bisnis, dan hubungan internasional tersebut menjadi pijakan kokoh baginya saat memilih meniti karier profesional di lingkungan Kementerian Luar Negeri.
Di awal kariernya di Kemenlu, Arrmanatha pernah ditugaskan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai sekretaris kedua sekaligus negosiator. Ia juga sempat dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Subdirektorat Pertanian di Direktorat Perdagangan, Industri, dan Hak Kekayaan Intelektual Kemenlu.
Dari Juru Bicara hingga Duta Besar PBB
Nama Arrmanatha Nasir mulai dikenal luas oleh publik saat dipercaya menjadi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri pada periode 2014 hingga 2019.
Ketangkasannya dalam menyampaikan sikap diplomasi Indonesia menjadikannya figur utama dalam komunikasi luar negeri RI kala itu.
Karier diplomasinya kian menanjak ketika diangkat sebagai Penasihat Ekonomi untuk Presiden Majelis Umum PBB ke-65 pada rentang 2010–2011, serta Sekretaris Pertama pada Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di New York.
Pada 2019, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Prancis, Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, serta UNESCO hingga tahun 2021.
Setelah menuntaskan tugas di Paris, Arrmanatha kembali dipercaya mengemban misi diplomasi vital sebagai Duta Besar RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional di New York pada kurun waktu 2021 hingga 2024, sebelum akhirnya dipanggil kembali ke tanah air untuk mengisi posisi penting di jajaran kabinet. (*)