JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Luky Alfirman menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta Kamis (1/10), setelah sebelumnya dicopot dari posisi Direktur Jenderal Anggaran oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Luky ditunjuk menjadi Wamenkeu untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara bersama dua Wamenkeu lainnya, yakni Juda Agung dan Nurkholisoh Ibnu Aman.
Pria kelahiran Bandung, 27 Maret 1970 itu bukanlah sosok baru di ruang lingkup Kementerian Keuangan. Ia telah berkarier di Kemenkeu sejak 1 Maret 1995 atau lebih dari tiga dekade.
Baca Juga: Kapolri Baru Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Coverboy saat SMP
Luky merupakan lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994. Luky kemudian melanjutkan pendidikan ekonomi di University of Colorado Boulder, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Arts in Economics pada 2000 serta Ph.D. bidang ekonomi pada 2004.
Karier Luky
Karier Luky di Kemenkeu diawali dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ia pernah menduduki sejumlah posisi, antara lain Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi, hingga Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.
Kariernya kemudian berlanjut ke bidang kebijakan fiskal. Pada 2011, Luky dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kebijakan APBN sebelum kemudian menjabat Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.
Baca Juga: Prediksi Jerman vs Serbia: Catatan Buruk Kedua Tim dan Misi Bangkit di UEFA Nations League
Pada 2015, ia ditunjuk sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kemenkeu, posisi yang juga dikenal sebagai chief of staff Menteri Keuangan.
Luky kemudian menduduki sejumlah posisi strategis di level eselon I. Pada November 2017, ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Dalam posisi tersebut, ia juga mendapat mandat sebagai anggota ex-officio Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pada November 2022, Luky bergeser menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Selanjutnya, pada Mei 2025, ia ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Anggaran.
Dicopot Purbaya Yudhi Sadewa
Perjalanan Luky sebagai Dirjen Anggaran terhenti pada April 2026. Menkeu Purbaya ketika mencopot Luky dari posisi tersebut efektif 21 April 2026. Bersamaan dengan Luky, Purbaya juga mencopot Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu.
Baca Juga: Jalankan Perintah Presiden Prabowo, Kapolri Suyudi Ingin Polisi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Keputusan ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut akuntabilitas dana negara dalam program strategis nasional, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai alasan spesifik di balik pencopotan Luky Alfirman, Menkeu Purbaya memberikan pernyataan singkat yang sarat akan makna.
Ia tidak secara eksplisit membedah detail pelanggaran, namun memberikan isyarat bahwa publik sudah bisa menyimpulkan penyebabnya dari rentetan kejadian belakangan ini.
"Tebak saja sendiri," ujar Purbaya singkat saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Dua PTKIN Tembus 10 Besar Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE WUR
Meskipun bernada diplomatis, pernyataan tersebut memperkuat dugaan adanya ketidaksinkronan visi dan kegagalan pengawasan dalam birokrasi anggaran terkait pengadaan barang mewah atau kendaraan operasional yang dinilai belum mendesak.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya sempat mengakui adanya anomali atau "kebobolan" dalam proses verifikasi di Direktorat Jenderal Anggaran.
Ia mengungkapkan bahwa pengadaan motor listrik tersebut sebenarnya sempat ditolak dalam pembahasan awal. Namun, secara mengejutkan, anggaran tersebut tetap muncul dan lolos ke tahap finalisasi.
Kembali ke Kemenkeu
Beberapa bulan setelah dicopot dari jabatan Dirjen Anggaran, Luky justru kembali ke jajaran pimpinan Kemenkeu. Presiden Prabowo melantiknya sebagai Wamenkeu pada 1 Oktober 2026.
Penunjukan ini menempatkan Luky kembali dalam posisi strategis dalam pengelolaan keuangan negara, setelah sebelumnya menjalani perjalanan panjang di Kemenkeu dengan pengalaman di bidang perpajakan, kebijakan fiskal, pembiayaan dan risiko, perimbangan keuangan, hingga penganggaran.
Dengan pengalaman tersebut, Luky kini kembali berada di lingkar pengambil kebijakan fiskal, kali ini sebagai salah satu wakil Suahasil Nazara di Kemenkeu.