JawaPos.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengklaim memperoleh sejumlah informasi saat menelusuri riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Singapura dan Australia.
Ia mengaku telah menemui sejumlah warga Indonesia yang bekerja di Australia untuk menggali informasi mengenai program pendidikan di UTS Insearch, lembaga yang dikaitkan dengan riwayat pendidikan Gibran.
Roy mengatakan, warga Indonesia yang ditemuinya bekerja sebagai perawat dan memiliki pengalaman mengikuti atau mengetahui program pendidikan di UTS Insearch. Menurut dia, lembaga tersebut memiliki sejumlah jalur pendidikan, mulai dari kursus bahasa Inggris, diploma, hingga pathway untuk melanjutkan studi ke University of Technology Sydney (UTS).
"Mereka kan selalu berhubungan, mereka tahu semua kok (yang mengikuti program UTS Insearch). Orang-orang yang ngambil pathway itu siapa di tahun 2005, 2006, 2007 tuh tahu," kata Roy dalam siniar Youtube Refly Harun, Jumat (9/10).
Baca Juga: Pernah Alami Listrik Padam Total, Pulau Jeju Korea Kini Kejar Target Bebas Karbon pada 2035
Roy kemudian menjelaskan pandangannya mengenai program pathway. Ia mengibaratkan program itu sebagai bimbingan persiapan yang dirancang untuk membantu seseorang memasuki perguruan tinggi tujuan. Karena itu, jalur tersebut perlu dipahami sesuai tujuan pendidikan yang hendak dicapai.
"Pathway itu ibaratnya kayak bimbel tapi lebih advanced, artinya dilakukan oleh kampus itu," beber Roy.
Ia lalu mengaitkan penjelasan tersebut dengan informasi mengenai pendidikan Gibran di Singapura dan Australia. Roy mempertanyakan kabar yang menyebut Gibran menempuh O-Level atau A-Level di Singapura, kemudian mengikuti pathway di Sydney sebelum kembali ke Singapura.
"Yang katanya, ini baru katanya juga, katanya lulus yang namanya O-Level ya, atau A-Level yang ada di Singapura. Kemudian tiba-tiba ngambil pathway di Australia, di Sydney. Tidak masuk kampus di Sydney, balik lagi ke Singapura. Ini kan memang aneh bin ajaib," ujarnya.
Roy juga mengaku memperoleh keterangan dari orang-orang yang disebutnya tidak pernah bertemu Gibran. Ia menyampaikan bahwa ada pihak yang meragukan keberadaan Gibran di lembaga pendidikan UTS Insearch.
Selain Australia, Roy menyinggung Orchid Park Secondary School di Singapura. Ia mempertanyakan durasi pendidikan Gibran di sekolah tersebut dengan membandingkan informasi pendidikan pada periode 2002–2004.
Roy mengatakan, sejumlah informasi mengenai pendidikan Gibran pada jenjang SD dan SMP terlihat konsisten menurut penelusurannya. Namun, ia menilai terdapat hal yang perlu diklarifikasi ketika membahas riwayat pendidikan pada tingkat berikutnya.
Baca Juga: Polres Pamekasan Tunggu Laporan Resmi Terkait Insiden Pembongkaran Bangunan Indomaret
"Tapi kemudian yang menarik adalah ketika SMA, nah ini yang menjadi pertanyaan. SMA-nya itu tahunnya kemudian menjadi tidak konsisten," cetus Roy.
Roy menyebut periode 2004–2007 sebagai rentang waktu yang perlu diperiksa, karena periode tersebut Gibran disebut menempuh pendidikan di Management Development Institute of Singapore (MDIS). Karena itu, ia mempertanyakan kesesuaian antara keterangan mengenai UTS Insearch dan informasi pendidikan di MDIS tersebut.
"Tercantum dalam informasi mengenai UTS Insearch, sementara data lain menyebut MDIS pada periode serupa," pungkasnya.