JawaPos.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan telah menangani sebanyak 290 ekor satwa liar korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi menjelaskan, jumlah itu termasuk 96 ekor orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).
Angka tersebut merupakan catatan Kemenhut hingga 8 Oktober lalu, dan berpotensi bertambah bila masih ada satwa terdampak karhutla yang belum dievakuasi.
"Tercatat 290 individu satwa liar secara nasional dalam penanganan terkait bencana. Dari jumlah tersebut, 272 individu tercatat dalam penanganan BKSDA di empat provinsi Kalimantan," ujar Ristianto, Selasa (13/10) sebagaimana dilansir dari Antara.
Baca Juga: 8 Satwa Liar Ditemukan Mati Akibat Karhutla, Sebagian Besar di Kalbar
Ristianto menjelaskan bahwa angka tersebut juga termasuk penanganan terhadap 25 individu orangutan di Kalimantan Tengah, di luar Taman Nasional Tanjung Puting yang saat ini tengah dilanda Karhutla.
"Penanganan satwa mulai dari evakuasi atau rescue, penggiringan menuju habitat yang lebih aman, translokasi, hingga perawatan dan rehabilitasi," ujar Ristianto.
Dia memastikan bahwa pemerintah terus memperkuat upaya pemadaman karhutla di lokasi terdampak dan menyelamatkan satwa di dalamnya.
Khusus di Tanjung Puting, akan dilakukan mobilisasi penambahan petugas termasuk dari TNI dan Polri.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah mengerahkan 60 ribu lebih personel gabungan untuk melakukan operasi pemadaman karhutla via darat.
Baca Juga: Karhutla Belum Tuntas, Indonesia Malah Pulangkan Pasukan Bantuan Jepang
Personel gabungan itu disebar ke beberapa daerah khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Secara keseluruhan, pemadaman karhutla masih berlangsung di area seluas 639 hektare di enam provinsi di Kalimantan dan Sumatera.