← Beranda
Bantuan dari Jepang Berakhir, BNPB: Tidak Berarti Karhutla Selesai 
Syahrul Yunizar• Selasa, 13 Oktober 2026 | 23.04 WIB
Helikopter CH-47 Chinook milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) yang dikirim ke Indonesia bantu tangani karhutla Kalimantan. (@ModJapan_en)

 

JawaPos.com - Pemerintah Jepang mengakhiri bantuan kemanusiaan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan pada 29 September lalu. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berakhirnya bantuan tersebut tidak serta merta menuntaskan persoalan karhutla. 

”Kami juga perlu menegaskan bahwa berakhirnya misi bantuan Jepang tidak berarti seluruh persoalan karhutla telah selesai,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan pada Selasa (13/10).

Berton menegaskan bahwa selama masih ada potensi kebakaran, khususnya di lahan gambut yang sangat mungkin terbakar kembali, upaya pemadaman dan pencegahan tetap harus dilakukan secara konsisten. Dia menegaskan bahwa berakhirnya misi bantuan Jepang karena penugasan sudah selesai.

Selain itu, Indonesia di padang mampu melakukan penanggulangan karhutla secara mandiri. Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi karena dukungan tersebut telah membantu mencegah meluasnya karhutla, khususnya yang terjadi di wilayah Kalimantan.

Baca Juga: Rumah Tersangka Video Penistaan Alquran di Bondowoso Nyaris Digeruduk Massa

”Selama bertugas, 3 helikopter CH-47 Chinook Jepang melaksanakan lebih dari 40 operasi pemadaman udara dan menjatuhkan sekitar 220 ton air. Ini merupakan kontribusi yang sangat berarti dalam mendukung operasi pemadaman karhutla di Kalimantan,” jelasnya.

Berton mengungkapkan bahwa misi kemanusiaan Jepang di Indonesia adalah bagian dari kerja sama kemanusiaan kedua negara. Karena itu, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Jepang dan seluruh personel yang telah membantu Indonesia. 

”Kerja sama ini juga menjadi pengalaman penting dalam memperkuat koordinasi dan kapasitas penanganan bencana kedua negara ke depan,” imbuhnya. 

Saat ini, BNPB mencatat masih ada 570 hektare lahan terbakar di 6 provinsi prioritas penanganan karhutla. Rinciannya sebanyak 60,7 hektare di Kalimantan Selatan, 125 hektare di Jambi, 278,8 hektare di Sumatera Selatan, 37,8 hektare di Kalimantan Barat, dan 64,8 hektare di Kalimantan Tengah. Data itu diambil dari Dashboard Informasi Penanganan Karhutla pada pukul 15.57 WIB hari ini.

 

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan