← Beranda
Viral Sindiran Netizen soal Karhutla, Pernyataan Prabowo pada 2015 Kembali Diungkit
Nanda Prayoga• Selasa, 13 Oktober 2026 | 23.36 WIB
Para prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)

 

JawaPos.com - Cuitan Presiden Prabowo Subianto soal bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 2015 saat belum menjabat mendadak viral di media sosial. 

Saat itu, Presiden Prabowo bersama Partai Gerindra sebagai oposisi masih vokal mengkritisi pemerintah. Bahkan, beliau masih belum menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

Dari cuitannya, Presiden Prabowo amat tegas menyarankan bahwa status Karhutla mesti dinaikkan menjadi bencana nasional.

“Demi mengatasi kabut asap yang terus merugikan sebagian rakyat Indonesia, saya menyarankan untuk menaikkan status tersebut menjadi bencana nasional. Tujuannya, agar penanganan yang diberikan pemerintah pusat dan daerah dapat lebih maksimal. Karena dampak yang ditimbulkan sudah sangat memprihatinkan,” tulis Presiden Prabowo pada akun Facebooknya dalam waktu itu.

Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Negara Tetangga, Malaysia Siap Seret Karhutla Indonesia ke ASEAN

Bahkan, ia menyarankan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang saat itu menjabat untuk membentuk kementerian Khusus yang berfokus menangani bencana alam seperti di Rusia. 

“Dengan memanfaatkan teknologi satelit, Kementerian Penanggulangan Bencana di Rusia bisa mendeteksi adanya titik-titik api, dengan begitu kebakaran hutan dapat dicegah. Selain itu, aparat penegak hukum juga harus berani melakukan investigasi agar para pelaku pembakar hutan mendapatkan sanksi dan hukuman yang sesuai,” tukasnya.

Sontak, banyak netizen yang menanggapi cuitan Presiden Prabowo yang tampak kontras dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Sebab, pemerintah masih enggan menaikan status Karhutla sebagai bencana nasional meski sudah didesak oleh berbagai pihak.

Salah satunya, sindiran ini diunggah oleh akun Instagram @keluhkesahko*** yang meminta pemerintah mendengarkan suara dari Prabowo Subianto pada 2015.

“Terima kasih sudah memberikan bukti bahwa Prabowo Subianto pernah menyarankan pemerintah untuk menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Semoga Presiden dan jajarannya mau mendengarkan suara Prabowo Subianto. Silakan dibaca baik-baik ya, gess, dengan saksama,” ungkap akun tersebut.

Bahkan, pada 2015 lalu, Partai Gerindra juga turut menyertakan link berita yang memuat pernyataan Prabowo yang meminta kabut asap dinaikkan menjadi bencana nasional. Hal ini diungkap oleh akun X, @FaiNoma** yang meminta pemerintah untuk segera melakukan hal serupa.

“Waktu @Gerindra jadi partai oposisi, Tahun 2015 @prabowo ngotot minta Karhutla jadi #BencanaNasional. Ayo sekarang berani nggak? Biar dunia internasional, negara tetangga dibuka akses ruang udara agar secara masif membantu pemadaman,” ungkapnya.

“Agar terbuka juga pada organisasi lingkungan internasional dan media internasional datang dan lakukan peliputan dan investigasi mendalam. Ini isu KEJAHATAN LINGKUNGAN LUAR BIASA,” lanjutnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan