JawaPos.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat populasi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) mencapai 541.678 unit hingga Agustus 2026.
Angka ini naik dari 406.916 unit pada 2025 lalu, dan mencakup berbagai jenis kendaraan listrik.
Dari jumlah tersebut, 280.136 unit merupakan sepeda motor listrik dan 259.077 unit mobil listrik.
Sisanya terdiri atas bus, kendaraan roda tiga, kendaraan komersial, serta kendaraan khusus.
Baca Juga: Mau Beli Mobil Listrik Pertama? Jangan Asal Pilih, Cek 7 Hal Ini Sebelum Membeli
Pertumbuhan tersebut menunjukkan penggunaan kendaraan listrik mulai bergerak dari sekadar kendaraan pribadi menuju kebutuhan mobilitas sehari-hari, termasuk transportasi penumpang.
Terlebih, Kementerian ESDM menyebut pemerintah menargetkan 2 juta mobil listrik dan 13 juta kendaraan listrik roda dua pada 2030.
Target tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission 2060.
Di tengah perkembangan dan target ambisius tersebut, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor yang dapat memperluas penggunaan kendaraan listrik.
Skema pembiayaan memungkinkan pengadaan kendaraan dilakukan tanpa seluruh biaya investasi harus ditanggung sejak awal, termasuk untuk kendaraan yang kemudian digunakan sebagai armada transportasi.
Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Baterai Mobil Listrik Cepat Menurun
Salah satu bentuknya terlihat dari fasilitas pembiayaan untuk pengadaan 200 kendaraan listrik yang akan digunakan sebagai armada layanan transportasi.
Inisiatif ini menjadi bagian dari sinergi Superbank dan Grab dalam mendukung pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan, sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.
Pada tahap awal, kendaraan tersebut akan dikelola dan disediakan kepada mitra pengemudi melalui skema sewa.
"Pembiayaan 200 kendaraan listrik ini merupakan langkah awal yang kami harapkan dapat terus berkembang seiring dengan pertumbuhan kebutuhan mobilitas listrik di Indonesia," kata Direktur Bisnis Superbank Sukiwan, dikutip Kamis (1/10).
Sementara itu, Director of Digital & Sustainability, Grab Indonesia, Rivana Mezaya mengatakan, pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan butuh kolaborasi strategis lintarsektor untuk mempercepat transisi menuju mobilitas rendah emisi.
Baca Juga: Geely Luncurkan Smart Charge 2.250 kW, Teknologi AI untuk Pengisian Mobil Listrik
Menurut dia, skema pembiayaan menjadi langkah konkret seiring dengan perluasan akses mitra pengemudi terhadap kendaraan listrik.
"Kami berharap inisiatif ini dapat terus berkembang dan menjadi model kolaborasi ekosistem yang mendorong mobilitas rendah emisi di Indonesia, sekaligus menghadirkan pilihan mobilitas yang lebih ramah lingkungan bagi pengguna," jelasnya.