← Beranda
Siswa SMP-SMA Pamer Inovasi Masa Depan di OPSI Nasional 2026:
Ryandi Zahdomo• Jumat, 2 Oktober 2026 | 03.30 WIB
Para pemenang OPSI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Gelaran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2026 resmi berakhir di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Selasa (29/9).

Ajang bergengsi besutan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini melahirkan puluhan peneliti muda berbakat dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di seluruh Indonesia.

Acara penutupan di Auditorium KH Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, menjadi saksi penganugerahan medali emas, perak, perunggu, hingga penghargaan khusus bagi para siswa yang berhasil membawa riset terbaik mereka.

Baca Juga: Dua PTKIN Tembus 10 Besar Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE WUR

Kepala Puspresnas, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono menegaskan, OPSI mengusung pendekatan unik yang membedakan dari ajang olimpiade sains pada umumnya.

”Kalau ajang lainnya anak-anak diminta untuk mengerjakan soal. Tapi kita untuk riset ini bukan mengerjakan soal, tapi berpikir menyelesaikan suatu permasalahan. Bahkan berangkat dari hakikat riset, permasalahan yang belum ada pun harus kita mampu prediksi, masalah ke depan apa dan solusinya apa,” ujar Irene.

Dia menambahkan, babak final OPSI juga memfasilitasi pengembangan diri peserta melalui program Bina Talenta Indonesia secara kolaboratif.

Baca Juga: Tembus 700 Besar Dunia, UI Catat Lompatan Signifikan di The WUR 2027

Fokusnya melatih enam kemampuan utama (6C), yaitu critical thinking, creativity, collaboration, communication, character, dan citizenship.

UMJ Siapkan Beasiswa, Rektor Soroti Kelangkaan Karakter

Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen nyata terhadap dunia pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta menyatakan kesiapan mereka mendampingi para juara.

Rektor UMJ Ma’mun Murod menegaskan komitmen kampus untuk memberikan beasiswa kepada para pemenang OPSI 2026.

Meski begitu, Ma’mun menyatakan, prestasi akademik yang tinggi harus diimbangi dengan fondasi moral yang kuat.

”Indonesia itu minim soal itu saja. Orang pintarnya banyak, tapi yang berkarakter, yang berintegritas itu yang minim,” tutur Ma’mun Murod.

Membangun Ekosistem Riset Berkelanjutan

Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru Maila Dinia Husni Rahiem menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor agar talenta riset tidak berhenti di panggung kompetisi.

Baca Juga: ASSA Apresiasi Sekolah dan Guru Hadirkan Inovasi Pembelajaran Berbasis AI

”Karena bagi peneliti, ini bukan masalah kita pintar. Ini juga tentang kolaborasi dan jejaring. Pemerintah ingin memastikan bahwa talenta-talenta OPSI mendapatkan ruang tumbuh yang berkelanjutan melalui apresiasi dan partisipasi dari perguruan tinggi dan dunia industri,” ungkap Maila.

Peraih Emas OPSI Tingkat Nasional 2026

Medali Emas Jenjang SMP/MTs/Sederajat

- IPA: SMP Islam Athirah Makassar (Sulawesi Selatan) — Bening Faratika Ayuni & Adli Kusuma Ramadhan

- IPA: MTSN 1 Kota Malang (Jawa Timur) — Ardanareswari Berlian Makhrus & Atiqah Nuha Dzahabiyya Luzen

- IPS: SMP Al Falah Darussalam (Jawa Timur) — Muhamad Apta Wibisana & Mira Masyita Rasyid

- IPS: SMP Islam Al Azhar BSD (Banten) — Insyira Bilqis Ufaira & Raquel Meddina Fajra Saleh

- IPT: SMP Citra Kasih (D.K.I. Jakarta) — Jacqelyn Calista Chen & Sebastian Hokiman

- IPT: SMP Salman Al Farisi (Jawa Barat) — Taha Rafka Hadi & Qenan Tsaqif Zavier

Medali Emas Jenjang SMA/SMK/MA/MAK/Sederajat

- Matematika, Sains, dan Teknologi: SMAN 3 Kayuagung (Sumatera Selatan) — Gio Vani Al Tobing & Nasyamah Putri Fadly

- Matematika, Sains, dan Teknologi: SMAN 8 Jakarta (DKI Jakarta) — Made Anindya Ayu Dyavaprathivi & Hareva Putri Sabira

- Fisika Terapan dan Rekayasa: SMA Negeri 03 (Jawa Tengah) — Aulidya Shafira Widyanugraha & Balqys Rizqi Rahmadani

- Ilmu Sosial dan Humaniora: SMA Negeri 03 (Jawa Tengah) — Satria Ibtibhawira Wagisan & Nezar Natalegawa

- Ilmu Sosial dan Humaniora: SMAN 6 Yogyakarta (DI Yogyakarta) — Muhammad Rizky Arif Budi Wicaksono & Rekha Dyah Ayu Ferdita

Penghargaan Khusus Jenjang SMP/MTs

- IPA: SMP YPS Singkole (Sulawesi Selatan) — Ekklesia Alexa Lembang & Nayla Alifah Atmal (Riset Inovatif Berbasis Potensi Lokal)

- IPA: SMP Swasta Bina Bangsa 01 (Kalimantan Tengah) — Khadrian Maulana & Ahmad Qomarudin (Riset Inovatif Berbasis Potensi Lokal)

- IPS: SMP Negeri 1 Bunyu (Kalimantan Utara) — Rava Anparos Vaza Hidayat & Sylvia (Pengetahuan Masyarakat Adat dan Konservasi Keanekaragaman Hayati)

- IPS: SMP Islam Athirah Makassar (Sulawesi Selatan) — Andi Aila Putri Nafeeza AS & Muhammad Alfath Abrisam Ahza (Literasi AI & Ketahanan Generasi Muda)

- IPT: SMP Islam Azzahra Bandar Lampung (Lampung) — Alika Putri Farlisha & Aqila Gea Zevani (Inovasi Mitigasi Bencana)

Jenjang SMA/SMK/MA/MAK/Sederajat

- Matematika, Sains, dan Teknologi: SMKN 5 Bandung (Jawa Barat) — Muhamad Fajar Fahrezi & Sitta Laila Jamilah (Kajian Pemanfaatan Biodiversitas Lokal)

- Matematika, Sains, dan Teknologi: SMA Pradita Dirgantara (Jawa Tengah) — Ravi Barra Satria & Cresnaydin Eshanasfa Ranuwiehan (Peneliti Berbakat)

- Fisika Terapan dan Rekayasa: MAN 1 Jombang (Jawa Timur) — Alfikasi Kharisma Hanum & Aira Fatimah Azzahra (Inovasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Kesehatan: Pencegahan Stroke)

- Ilmu Sosial dan Humaniora: SMA Unggulan Rushd (Jawa Tengah) — Naila Aini Bahri & Muhammad Fathan Haroki (Inovasi Edukasi Inklusif)

- Ilmu Sosial dan Humaniora: SMAN 81 Jakarta (D.K.I. Jakarta) — Niken Lestari & Benedicta Kania Maheswari (Pemberdayaan Masyarakat Hijau)

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah