← Beranda
Transformasi Industri Makin Digital, Kampus Didorong Siapkan SDM Adaptif
Latu Ratri Mubyarsah• Jumat, 2 Oktober 2026 | 04.00 WIB
Kuliah umum bertema Creativity and Leadership di Universitas Brawijaya (UB), Malang, Rabu (1/10). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Perguruan tinggi dituntut menyiapkan lulusan dan SDM yang mampu mengubah kemampuan digital menjadi solusi nyata di dunia industri.

Transformasi digital di dunia industri tak lagi sekadar urusan penggunaan teknologi. Pemanfaatan data, otomasi, hingga kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi bagian dari pengambilan keputusan dan efisiensi operasional perusahaan.

Hal tersebut mengemuka dalam kuliah umum bertema Creativity and Leadership di Universitas Brawijaya (UB), Malang, Rabu (1/10).

Baca Juga: Siswa SMP-SMA Pamer Inovasi Masa Depan di OPSI Nasional 2026:

Lebih dari 350 mahasiswa lintas fakultas mengikuti kegiatan yang menghadirkan Direktur Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto dan VP of HR & GS Trans7 Antonius Refijanto sebagai narasumber.

Fransiskus Johny Soegiarto yang juga alumnus Teknik Mesin UB menuturkan, perubahan teknologi membuat dunia industri harus terus beradaptasi.

Dalam satu dekade terakhir, transformasi di sektor manufaktur antara lain dilakukan melalui pembangunan sistem terintegrasi, pemanfaatan data dan advanced analytics, otomasi, hingga AI.

Baca Juga: Dua PTKIN Tembus 10 Besar Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE WUR

”Beberapa tahun terakhir, kami membangun sistem terintegrasi dan memanfaatkan data, otomasi, serta kecerdasan buatan (AI) agar keputusan dapat diambil lebih cepat dan operasional lebih tangguh,” ujar Fransiskus Johny Soegiarto.

Menurut dia, teknologi bukan sekadar alat untuk mengejar efisiensi tapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, ketangkasan perusahaan menghadapi perubahan, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis.

Pesan itu juga diarahkan kepada mahasiswa. Menurut Fransiskus, generasi muda memiliki keuntungan karena tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital.

Namun, kemampuan tersebut perlu diterjemahkan menjadi kemampuan memecahkan persoalan.

”Mulailah dari masalah di sekitar, lalu belajar menyelesaikannya dengan data dan kolaborasi,” kata Fransiskus Johny Soegiarto.

Transformasi industri juga bersinggungan dengan agenda keberlanjutan.

Baca Juga: Tembus 700 Besar Dunia, UI Catat Lompatan Signifikan di The WUR 2027

Dalam paparannya, Fransiskus menyebut konsumsi energi baru terbarukan (EBT) perusahaan meningkat 117 persen sepanjang 2025.

Bauran EBT naik dari 4,55 persen menjadi 10,24 persen dari total konsumsi energi, antara lain melalui pemanfaatan biomassa dan panel surya berkapasitas terpasang 3,4 megawatt (MW).

Pada periode yang sama, intensitas emisi gas rumah kaca disebut turun 9,21 persen.

Baca Juga: ASSA Apresiasi Sekolah dan Guru Hadirkan Inovasi Pembelajaran Berbasis AI

Sebanyak 99 persen limbah organik sisa produksi juga dimanfaatkan kembali, terutama untuk pakan ternak. Sementara tingkat kecelakaan kerja turun 44 persen.

Di sisi hulu, penguatan rantai pasok juga dilakukan melalui kemitraan dengan lebih dari 460 petani kacang dan 4.400 peternak sapi perah.

Tak berhenti pada transfer pengetahuan, kegiatan tersebut juga menjadi pintu kolaborasi industri dan perguruan tinggi.

Baca Juga: Pergeseran Kekuatan Akademik, Tsinghua Tiongkok Salip Kampus Terbaik Eropa di Ranking Dunia

Garudafood dan UB tengah merintis pemanfaatan biofertilizer hasil karya Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem UB untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas tanaman kacang tanah.

Per September 2026, uji coba pupuk hayati tersebut telah memasuki musim tanam kedua dengan luas lahan 625 meter persegi.

Kolaborasi itu diharapkan dapat menghasilkan solusi yang teruji dan dapat diterapkan lebih luas.

Sekretaris Universitas UB Tri Wahyu Nugroho mengatakan pengalaman langsung dari pelaku industri dapat menjadi bekal mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja.

Baca Juga: Cetak Lulusan Profesional dan Kompeten, Unusa Melepas 1.038 Wisudawan Hari Ini

”Semoga wawasan kreativitas dan kepemimpinan hari ini menjadi bekal mereka untuk memimpin dengan cara berpikir yang menyeluruh dan adaptif di masa depan,” tutur Tri.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah