← Beranda
Manfaatkan AI untuk Belajar, Siswa SMP Depok Raih Medali OSN 2026
Banu Adikara• Kamis, 15 Oktober 2026 | 06.45 WIB
Ilustrasi penggunaan AI dalam dunia pendidikan. (Pinterest)

 

JawaPos.com — Kegagalan pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun sebelumnya tidak menghentikan Jovan Faith Palaska Parangin-angin untuk kembali mencoba. Siswa SMPK PENABUR Depok tersebut berhasil meraih medali perunggu OSN 2026 jenjang SMP bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) setelah menjalani persiapan selama sekitar satu setengah tahun.

Jovan menerapkan pola belajar dengan membaca materi secara mendalam, mengerjakan latihan soal, serta mengikuti try out. Ia juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu media belajar, disertai membaca artikel, jurnal ilmiah, dan menonton video edukasi di YouTube.

“Saya tidak suka banyak mencatat dan lebih sering belajar dengan cara membaca materi, lalu memutar-mutar materinya di otak sehingga dapat memahami secara lebih mendalam. Selain itu, saya juga menggunakan AI sebagai media utama untuk belajar dan membaca artikel, jurnal ilmiah, serta video di YouTube agar tidak bosan. Pada fase awal, saya belajar materi sebagai pondasi, baru saya kembangkan melalui latihan soal dan try out,” ujar Jovan.

Baca Juga: 2 Tahun Persiapan, Ferrel Gabriel Cs Juara OSN di Universitas Muhammadiyah Malang

Persiapan tersebut juga didukung oleh pihak sekolah. Kepala SMPK PENABUR Depok, Robertus Dri Harnanto, mengatakan sekolah memfasilitasi Jovan melalui pelatihan OSN yang diselenggarakan BPK PENABUR Jakarta dan Dinas Pendidikan Kota Depok, pematangan materi sepulang sekolah, serta penyediaan buku dan fasilitas belajar.

Sekolah juga memberikan kesempatan kepada Jovan untuk belajar mandiri di perpustakaan dengan pendampingan guru IPS. Menurut Jovan, dukungan guru sangat membantu, terutama ketika ia menghadapi soal sulit dan membutuhkan motivasi selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Dalam OSN IPS tingkat SMP, peserta diuji pada empat bidang kajian, yakni geografi, sosiologi, ekonomi, dan sejarah. Jovan menjelaskan, sejumlah soal juga mencakup materi setingkat SMA yang merupakan pengembangan dari pelajaran IPS di jenjang SMP.

Baca Juga: Borong Medali Emas dan Perak, SMAK 1 Penabur Raih 11 Prestasi di OSN SMA 2025

Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah keterbatasan waktu pengerjaan dan keraguan ketika harus memilih jawaban. Untuk mengatasinya, Jovan berusaha menyusun strategi pengerjaan sekaligus membangun kepercayaan diri dalam mengambil keputusan.

Meski berhasil membawa pulang medali perunggu, Jovan menilai masih ada ruang untuk meningkatkan hasilnya. “Sebenarnya saya masih bisa melakukan yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ke depan, Jovan berencana mencoba OSN bidang Kebumian dan membantu teman-temannya mempersiapkan diri untuk kompetisi IPS pada tahun berikutnya. Ia berharap peserta dari PENABUR maupun sekolah lain dapat berkompetisi secara sportif dan meraih hasil yang lebih baik.

“Saya mau membantu teman-teman, baik yang di PENABUR maupun sekolah lain, sehingga bisa bersaing secara sportif dan dapat seperti saya atau bahkan jauh lebih hebat dari saya,” kata Jovan.

Ia juga berpesan kepada siswa yang ingin mengikuti OSN agar mempersiapkan kemampuan akademik dan mental sejak awal. Jovan menekankan pentingnya menjaga keyakinan dan mengandalkan Tuhan dalam setiap proses yang dijalani.

EDITOR: Banu Adikara