Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 November 2025, 00.15 WIB

Borong Medali Emas dan Perak, SMAK 1 Penabur Raih 11 Prestasi di OSN SMA 2025

Suasana OSN. (Dok. Kemendikdasmen) - Image

Suasana OSN. (Dok. Kemendikdasmen)

JawaPos.com - Sebelas siswa SMAK 1 PENABUR sukses membawa pulang medali kemenangan pada OSN SMA yang digelar 6-12 Oktober 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.

Jayden Jurianto meraih medali emas di bidang Matematika, sedangkan Daniel Surya Chandra yang berkompetisi di bidang Biologi, Aldric Rafael Kartono di bidang Astronomi, dan Christluther Laurencius di bidang Kebumian berhasil meraih medali perak.

Kemudian, medali perunggu diborong oleh Joyceline Janani di bidang Biologi, Ferrel Gabriel dan Rainer Sebastian Wijaya di bidang Fisika, serta Kenneth Lie di bidang AI, lalu untuk predikat honorable mention diraih Jaycen Alexander Theo di bidang Matematika, Jason Christofer Halim dan Henry Arelian dari bidang Kimia.

Jayden bersyukur atas pencapaian ini dan percaya bahwa hasil yang diterima adalah bentuk penyertaan Tuhan. Menurutnya, asa banyak momen di mana dia merasa tidak cukup mampu.

"Tetapi selalu ada kekuatan baru untuk mencoba lagi. Saya belajar bahwa usaha perlu disertai dengan doa dan kerendahan hati untuk menerima apapun hasilnya.” ujar Jayden.

Trik belajar agar lolos OSN

Pada 2025, selain mengikuti OSN Jayden juga fokus mengikuti kompetisi International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) di Beijing, Tiongkok pada Agustus. “Saya mempersiapkan diri sejak awal tahun dengan rutin berlatih sebelum seleksi Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) dimulai," ucapnya

Dikatakannya, tantangannya tentu ada, terutama saat harus membagi waktu antara pelajaran sekolah serta persiapan OSN dan IOAI. Namun, dia berusaha menyiasatinya dengan membuat jadwal belajar yang fleksibel dan fokus pada pemahaman konsep yang bisa bermanfaat di keduanya.

Selain itu, mengikuti kelas tambahan di sekolah dan banyak bertukar pikiran dengan teman juga menjadi trik Jayden dalam membagi waktunya.

“Saya mulai menyukai matematika sejak SD karena bukan sekadar menghitung, tetapi tentang pola dan logika yang bisa menjelaskan banyak hal di dunia," sebutnya.

Disebutnya, minat itu semakin menguat ketika saya mulai mengikuti olimpiade dan menemukan betapa luas dan menariknya ide-ide matematika di luar pelajaran sekolah. Baginya, berdiskusi dan mencoba memahami ide di balik solusi dari sebuah soal lebih penting daripada sekadar mencari jawaban benar.

"Kemudian, alasan lainnya saya suka matematika karena merupakan dasar dari banyak ilmu, termasuk ilmu komputer dan kecerdasan buatan,” ungkap Jayden.

Konsisten mengembangkan bakatnya, Jayden berhasil meraih banyak prestasi sejak kecil. Pada tahun 2018, Ia meraih medali perak pada kompetisi OSN SD bidang Matematika dan medali perunggu pada International Mathematics & Science Olympiad 2019 yang digelar di Vietnam.

Kemudian, ketika SMP Ia meraih medali Perak di KSN 2022 bidang Matematika, lalu pada tahun 2025 prestasi terbaru yang diperoleh di jenjang SMA adalah medali emas di International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).

 
Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore