JawaPos.com - Nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Anies Baswedan digadang-gadang bakal menjadi cawapres Prabowo. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Arief Puyuono.
"Kelihatannya kalau dilihat dari perkiraan saya antara Anies dan Gatot yang akan diambil jadi cawapresnya," ujar Arief kepada JawaPos.com, Kamis (12/4).
Menurutnya, apabila Anies Baswedan yang dipilih oleh Prabowo Subianto, maka keduanya dinilai sebagai pasangan yang cocok. Pasalnya, track record Anies dikenal bersih dan terpelajar. "Kalau Mas Anies yang maju sih mantap," katanya.
Namun demikian nama ini masih perlu dikomunikasikan lagi dengan partai-partai koalisi lainnya. Apakah dua orang itu diterima atau tidak.
“Tapi kan harus dibahas bersama koalisi, nggak serta merta Gerindra tentukan," pungkasnya.
Namun, menurut Pengamat Politik dari Universitas Nasional Jakarta, Tubagus Massa Djafar, Prabowo bisa memilih sejumlah nama yang saat ini sudah ramai beredar di bursa cawapres. Antara lain, Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), Muhaimin Iskandar, atau bahkan Yusril Ihza Mahendra.
“Masing-masing punya kelebihan. Ada untung ruginya, dan ini yang harus jeli dihitung,” kata Djafar.
Djafar juga menuturkan, jika Prabowo jadi menggandeng Muhaimin, maka keduanya bisa memaksimalkan suara di Pulau Jawa yang merupakan kunci dari setiap kemenangan pilpres.
“Selain itu, dukungan dari kalangan Nahdliyin bisa menambal kekurangan Prabowo yang dialami pada Pilpres 2014,” paparnya.
Mengenai kecenderungan Cak Imin ke Jokowi, Djafar melihat peluangnya masih 50 persen. Sebab, dari sinyalemen politik sejumlah elite PKB menyebutkan bahwa jika tak digandeng Joko Widodo (Jokowi), PKB akan sangat mudah pindah ke capres lain.
"Pernyataan itu bentuk warning. Selain Jokowi ya capres baru Prabowo. Maka, peluang Cak Imin ke Prabowo juga besar," pungkasnya.