← Beranda
Dianggap Melewati Batas, UEFA Tolak Rencana FIFA Jual Sebagian Kepemilikan Piala Dunia ke Investor
Aprillia JP• Rabu, 29 Juli 2026 | 12.08 WIB
UEFA tolak rencana FIFA bentuk perusahaan FIFA Forward Enterprise. (@gianni_infantino/Instagram).

 

JawaPos.com - UEFA secara tegas menolak rencana FIFA untuk menjual sebagian kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta. Badan sepak bola Eropa itu menegaskan bahwa Piala Dunia bukan milik FIFA untuk dijual. Penolakan itu muncul setelah Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan proposal pembentukan perusahaan baru senilai 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 361,7 triliun) yang akan mengelola ajang Piala Dunia dan sejumlah kompetisi lain. 

Perusahaan yang diberi nama FIFA Forward Enterprise (FFE) itu direncanakan melibatkan investor swasta, termasuk Thrive Eternal milik Joshua Kushner. Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut FFE akan menggalang dana hingga 4,2 miliar dolar AS (Rp 75,9 triliun) pada tahun ini melalui penjualan saham minoritas yang tidak memberikan kendali kepada investor. 

Dana itu diklaim akan digunakan untuk mendukung program pengembangan sepak bola global. FIFA juga bekerja sama dengan JP Morgan dalam proses pembentukan FFE. Namun, rencana itu menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi membuat pengelolaan Piala Dunia berada di bawah perusahaan di luar struktur organisasi FIFA yang selama ini berbentuk nirlaba.

Baca Juga: Balsa Sekulic Jadi Penentu, Persib Bandung Pastikan Tempat di Semifinal Piala Presiden 2026

UEFA menilai langkah itu berbahaya bagi masa depan sepak bola. Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan bahwa jiwa dan tata kelola sepak bola tidak boleh diperdagangkan, terlebih tanpa transparansi mengenai pihak yang akan memperoleh keuntungan finansial. 

“Hal ini melampaui batas yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga-lembaga pengatur sepak bola. UEFA menanggapi hal ini dengan sangat serius. Demikian pula seharusnya setiap Asosiasi Sepak Bola Nasional. Begitu pula setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, suporter, pemerintah, dan siapa pun yang peduli terhadap masa depan olahraga ini,” jelas UEFA dikutip dari Instagram resminya.

UEFA juga menegaskan bahwa FIFA tidak berhak memperjualbelikan tata kelola sepak bola. “Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan, terlebih lagi tanpa adanya transparansi mengenai siapa yang memperoleh keuntungan finansial. Tidak seorang pun dari kita adalah pemilik sepak bola. Ini bukan milik FIFA untuk dijual,” tegas UEFA.

Baca Juga: Igor Tolic Ungkap Tantangan Persib Bandung Usai Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026

Sebelumnya, Gianni Infantino telah mengumumkan rencana itu di penutupan Piala Dunia 2026. “Kami bermaksud untuk berinvestasi besar-besaran bahkan di bagian terkecil atau terpencil sekalipun di dunia sepak bola, tempat-tempat yang terlalu sering diabaikan. Setiap Asosiasi Anggota FIFA, apa pun ukuran, sumber daya, atau lokasi geografisnya, akan memiliki suara dan kesempatan untuk menentukan arahnya sendiri,” kata Infantino dikutip dari situs resmi FIFA.

FIFA sendiri menyatakan bahwa 211 federasi anggota FIFA akan memiliki kesempatan untuk menyetujui proposal itu, sekaligus memperoleh akses hingga 20 juta dolar AS (sekitar Rp 361 miliar) dalam bentuk pendanaan satu kali. “Partisipasi akan sepenuhnya bersifat sukarela dan tidak ada MA yang diwajibkan untuk berpartisipasi,” jelas FIFA.

Dilansir dari ESPN, pada 2018, Infantino juga sempat mengusulkan proyek senilai 25 miliar dolar AS (Rp 452 triliun) bersama SoftBank untuk mengembangkan kompetisi global baru, termasuk Piala Dunia Antarklub yang diperluas. Proposal itu akhirnya gagal setelah mendapat perlawanan keras dari UEFA yang khawatir terhadap ancaman bagi Liga Champions dan Euro.

Sementara itu, kritik juga datang dari Perdana Menteri Inggris Andy Burnham yang menyatakan bahwa Piala Dunia bukanlah produk yang bisa diperjualbelikan. “Begitu Anda menjual sebagian darinya, Anda telah menjual habis,” tulis Burnham di X (dulu Twitter).

Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti terkait pembahasan maupun pengambilan keputusan atas proposal tersebut bersama seluruh anggota FIFA. Rencana pembentukan FFE diperkirakan akan terus menuai perdebatan, terlebih menjelang Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung secara daring pada 23 November.

EDITOR: Banu Adikara