← Beranda
5 Fakta Rencana FIFA Jual Sebagian Saham Piala Dunia kepada Investor Swasta Menuai Kritik Dunia Sepak Bola
Risma Azzah Fatin• Jumat, 31 Juli 2026 | 05.51 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin (Al-Jazeera)

 

 

JawaPos.com – FIFA kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan rencana pembentukan perusahaan baru yang akan mengelola Piala Dunia dan sejumlah kompetisi internasional lainnya.

Melalui skema tersebut, FIFA berencana menjual sebagian saham kepada investor swasta untuk memperoleh pendanaan tambahan.

Berikut 5 fakta utama mengenai rencana FIFA guna menjual saham Piala Dunia yang memicu perdebatan di dunia sepak bola, seperti dilansir dari laman Al-Jazeera pada Kamis (30/7).

1.     FIFA Membentuk Perusahaan Baru Bernama FIFA Forward Enterprise

FIFA mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) dengan nilai sekitar USD 20 miliar atau sekitar Rp326 triliun. Perusahaan tersebut akan bertugas mengelola aspek komersial Piala Dunia dan berbagai ajang internasional lainnya. Meskipun demikian, FIFA menegaskan tetap akan menjadi pemegang saham mayoritas dan mempertahankan kendali atas seluruh aspek olahraga.

2.     Sebagian Saham Akan Dijual kepada Investor Swasta

Melalui skema tersebut, FIFA berencana menjual sebagian kecil saham FFE kepada investor eksternal. Langkah itu ditargetkan mampu menghimpun dana hingga USD 4,2 miliar atau sekitar Rp68,5 triliun. Dana tersebut diklaim akan digunakan untuk mendukung pengembangan sepak bola di berbagai negara.

3.     Thrive Eternal Menjadi Calon Investor Utama

FIFA menyebut Thrive Eternal sebagai perusahaan yang diajukan untuk memimpin kelompok investor dalam proyek tersebut. Perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat itu didirikan oleh Joshua Kushner. Kehadiran investor swasta memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan meningkatnya pengaruh pihak luar terhadap pengelolaan kompetisi FIFA.

4.     UEFA dan Sejumlah Pihak Menolak Rencana FIFA

UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras mengkritik rencana penjualan saham tersebut. Organisasi itu menilai tata kelola sepak bola tidak semestinya dijadikan aset komersial yang dapat diperdagangkan kepada investor. Penolakan juga datang dari sejumlah pemimpin politik dan organisasi sepak bola yang menilai Piala Dunia merupakan milik seluruh pencinta sepak bola.

5.     Rencana Masih Menunggu Persetujuan Anggota FIFA

Usulan tersebut belum dapat diterapkan sebelum memperoleh persetujuan melalui pemungutan suara oleh 211 federasi anggota FIFA. UEFA dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk menentukan sikap terhadap proposal tersebut. Apabila rencana disetujui, FIFA berharap model pendanaan baru dapat memperkuat pembiayaan sepak bola global tanpa mengubah kendali organisasi terhadap Piala Dunia.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti