JawaPos.com - Jose Mourinho kembali menyinggung rivalitas lamanya dengan Pep Guardiola di tengah kasus pelanggaran finansial yang menjerat Manchester City.
City, yang konsisten membantah melakukan kesalahan, dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran aturan Premier League. Pelanggaran tersebut terjadi dalam periode 2009 hingga 2018, sementara klub asal Manchester itu masih mempertahankan ketidakbersalahannya dan diperkirakan akan mengajukan banding.
Jika putusan tersebut bertahan, salah satu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana status sejumlah gelar City dan dampaknya terhadap warisan Guardiola di Stadion Etihad.
Guardiola telah memenangkan 17 trofi utama selama hampir satu dekade menangani City. Namun, hubungan panasnya dengan Mourinho kembali menjadi sorotan setelah komentar keduanya mengenai pencapaian masing-masing.
Mourinho Kembali Menyindir Guardiola
Persaingan antara Guardiola dan Mourinho sudah berlangsung sejak keduanya masih menangani Barcelona dan Real Madrid.
Melansir Mirror, dalam konferensi pers pada 2024, Guardiola sempat ditanya mengenai perbandingan enam gelar liga yang diraihnya dengan tiga gelar liga milik Mourinho.
Guardiola juga bercanda mengenai harapannya agar masa kepelatihannya tidak berakhir seperti Mourinho. Komentar tersebut kemudian mendapat respons tajam dari Mourinho ketika ia masih menangani Fenerbahce.
"Guardiola mengatakan sesuatu kepada saya kemarin. Dia memenangkan enam trofi dan saya memenangkan tiga, tetapi saya menang dengan adil dan bersih. Jika saya kalah, saya ingin mengucapkan selamat kepada lawan saya karena dia lebih baik dari saya."
"Saya tidak ingin menang dengan berurusan dengan 150 tuntutan hukum."
Komentar Mourinho kembali mendapat perhatian setelah City dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan yang dihadapinya.
Mourinho dan Peluang Manchester United Mendapat Gelar
Jika pada akhirnya gelar City dicabut, salah satu klub yang berpotensi terdampak adalah Manchester United. United finis sebagai runner-up di belakang City pada musim 2017/18, ketika Mourinho masih menjadi manajer di Old Trafford. United mengakhiri musim dengan 81 poin, sementara City menjadi juara dengan 100 poin.
Mourinho bahkan pernah secara terbuka bercanda mengenai kemungkinan United mendapatkan gelar tersebut jika status City berubah.
"Saya pikir kita masih punya kesempatan untuk memenangkan liga itu... Dan kemudian mereka harus membayar saya bonus dan memberi saya medali."
Pernyataan tersebut disampaikan Mourinho hampir dua tahun lalu, jauh sebelum perkembangan terbaru mengenai kasus City.
Jika gelar 2017/18 benar-benar dicabut dan kemudian diberikan kepada United, Mourinho secara retrospektif bisa tercatat sebagai manajer yang membawa klub tersebut meraih gelar Premier League.
Namun, pencabutan gelar dan mekanisme mengenai apakah trofi tersebut akan diberikan kepada klub lain masih bergantung pada keputusan akhir dalam kasus Manchester City.
Mourinho Berpotensi Mendapat Bonus
Ada satu konsekuensi lain yang menarik jika skenario tersebut benar-benar terjadi. Kontrak Mourinho bersama Manchester United kala itu disebut memiliki klausul bonus terkait keberhasilan memenangkan Premier League.
Jika United akhirnya dinyatakan sebagai juara musim 2017/18 secara retrospektif, muncul pertanyaan apakah Mourinho juga berhak menerima pembayaran yang berkaitan dengan gelar tersebut.
Untuk saat ini, semua itu masih sebatas kemungkinan. Mourinho memang membawa United finis sebagai runner-up pada musim 2017/18, pencapaian terbaik klub di Premier League setelah era Sir Alex Ferguson. Namun, ia kemudian dipecat pada Desember 2018 setelah awal buruk pada musim berikutnya.
Kasus Manchester City masih harus melalui tahapan lanjutan sebelum status gelar-gelar tersebut dapat dibahas secara konkret. Karena itu, peluang Mourinho dan Manchester United mendapatkan pengakuan retrospektif atas musim 2017/18 masih bergantung sepenuhnya pada keputusan akhir dan sanksi yang nantinya ditetapkan.
***