← Beranda
Pochettino Kritik Aturan Finansial Liga Inggris Usai Kasus Manchester City Terbongkar
Aprillia JP• Rabu, 30 September 2026 | 03.40 WIB
Mauricio Pochettino ikut tanggapi kasus Manchester City. (Instagram/@pochettino)

 

JawaPos.com - Mantan pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengaku prihatin setelah Manchester City dikabarkan bersalah atas pelanggaran aturan finansial Liga Inggris.

Pelatih tim nasional Amerika Serikat itu menyebut, jika keputusan itu benar, sepak bola Inggris telah melalui periode yang mencederai prinsip keadilan kompetisi.

Pochettino menilai hukuman apa pun yang nantinya dijatuhkan tidak akan mampu mengembalikan kondisi kompetisi seperti sebelumnya.

“Bagaimanapun hukuman yang dipilih, mustahil untuk memutar kembali waktu. Banyak kerusakan yang sudah terjadi,” kata Pochettino dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Mauricio Pochettino Akhirnya Buka Suara Soal Kontroversi Kartu Merah Folarin Balogun di Piala Dunia

Menurut Pochettino, situasi itu menjadi persoalan serius karena sejumlah klub disebut telah mematuhi aturan finansial yang berlaku, sedangkan klub lain diduga tidak melakukan hal yang sama.

“Pada akhirnya, banyak klub mengikuti aturan dan beberapa tidak. Apa yang akan mereka lakukan? Hukuman ekonomi? Pengurangan poin? Ini sangat sulit. Ini menyedihkan,” ujarnya.

Pochettino kemudian menyinggung aspek keadilan olahraga yang menurutnya telah terdampak jika seluruh dugaan pelanggaran tersebut terbukti.

Baca Juga: Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia 2026, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat Buka Peluang Perpanjang Kontrak Mauricio Pochettino

“Pada akhirnya, kami melalui sesuatu di mana keadilan olahraga tidak ada. Jika benar seluruh 114 aturan itu dilanggar, kami telah melalui sebuah periode penipuan,” kata Pochettino.

Komentar itu bukan kali pertama Pochettino mempertanyakan penerapan aturan finansial dalam sepak bola Inggris.

Awal bulan ini, Pochettino bahkan menyatakan Chelsea seharusnya kehilangan gelar Premier League 2016/2017 dan trofi itu diberikan kepada Tottenham Hotspur. Pernyataan itu disampaikan setelah Chelsea menerima denda besar akibat pelanggaran aturan pada tahun ini.

Pochettino mengingat kembali periode ketika dirinya menangani Tottenham. Saat itu, klub London Utara itu sempat tidak melakukan aktivitas transfer selama 18 bulan karena harus menghadapi tuntutan finansial pembangunan stadion baru.

“Saya pikir kami adalah satu-satunya tim dalam sejarah Premier League yang tidak melakukan transfer selama 18 bulan,” kata Pochettino.

Baca Juga: Pochettino Minta Skuad AS Belajar dari Kekalahan Telak Lawan Belgia

Pelatih asal Argentina itu juga mempertanyakan perbedaan perlakuan yang dirasakan Tottenham dibandingkan klub lain dalam penerapan regulasi.

“Mereka sangat ketat terhadap kami, tetapi juga sangat lunak terhadap yang lain. Karena itu saya mengatakan semuanya sangat aneh,” ujarnya.

Sementara itu, Manchester City hingga saat ini belum memberikan tanggapan terbaru terkait kasus yang menimpanya.

EDITOR: Edi Yulianto