← Beranda
Pep Guardiola Beri Komentar Usai Premier League Menyatakan Man City Bersalah atas 114 Pelanggaran
M Shofyan Dwi Kurniawan• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 16.31 WIB
ig @mancity

JawaPos.com - Pep Guardiola akhirnya angkat bicara setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap aturan keuangan Premier League selama periode sembilan musim.

Mantan manajer Manchester City yang meninggalkan klub pada musim panas tersebut menyampaikan pesan dukungan kepada para suporter pada Rabu, setelah komisi independen mengeluarkan putusan terkait kasus yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Melansir TNT Sports, Guardiola mengunggah foto dirinya bersama ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, sekaligus menyampaikan pesan kepada para penggemar klub.

"Saya ingin setiap penggemar Manchester City di seluruh dunia tahu bahwa saya ada di sini; lebih dari sebelumnya."

"Saya selalu mendukung klub saya, pemilik saya, ketua saya, Ferran, para pemain, staf, Enzo dan Anda, para pendukung kami yang unik."

"Izinkan saya memperjelas: kita akan melewati ini bersama-sama. Aku sayang kalian semua."

Pernyataan tersebut muncul setelah komisi independen menemukan bahwa Manchester City melakukan sejumlah pelanggaran aturan finansial Premier League antara musim 2009/10 hingga 2017/18.

Dalam putusannya, komisi menyatakan City mengatur sejumlah perjanjian komersial "palsu" yang secara artifisial meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi biaya klub dengan nilai lebih dari £900 juta.

Komisi juga menemukan bahwa klub menyerahkan laporan keuangan yang salah serta tidak mengungkapkan kondisi keuangan sebenarnya kepada auditor dan otoritas sepak bola.

Menurut temuan tersebut, apabila seluruh perjanjian terkait dicatat dengan benar, Manchester City akan melanggar batas pengeluaran Premier League dan UEFA dalam jumlah yang "sangat besar".

Selain persoalan keuangan, City juga dinyatakan bersalah atas tiga dari empat dugaan pelanggaran terkait kewajiban mereka untuk bekerja sama dengan penyelidikan Premier League.

Komisi menyimpulkan bahwa klub telah "melakukan upaya bersama untuk menghentikan dan menggagalkan" proses investigasi tersebut.

CEO Premier League Richard Masters sebelumnya mengatakan bahwa putusan tersebut menggambarkan bagaimana Manchester City "secara sistematis melanggar peraturan Premier League selama hampir satu dekade."

Manchester City sendiri dengan tegas menolak temuan tersebut dan telah mengisyaratkan niat untuk mengajukan banding. Klub memiliki waktu hingga Jumat untuk menggunakan hak tersebut.

Sementara itu, sanksi terhadap City belum ditentukan. Komisi independen akan menggelar proses terpisah untuk menentukan hukuman yang dapat diberikan setelah seluruh temuan dalam kasus tersebut ditetapkan.

Guardiola sendiri menghabiskan satu dekade di Manchester City dan menjadi sosok penting dalam era kesuksesan terbesar klub. Di bawah arahannya, City meraih enam gelar Premier League, tiga Piala FA, lima Piala EFL, serta akhirnya memenangkan Liga Champions UEFA pada musim 2022-23.

Kini, meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari klub, Guardiola menunjukkan bahwa hubungannya dengan Manchester City dan para pendukungnya belum berakhir begitu saja.

EDITOR: Hanny Suwindari