← Beranda
Tanggapi Format Baru MotoGP 2027, Jorge Martin hingga Marquez Siap Adaptasi
Aprillia JP• Jumat, 9 Oktober 2026 | 21.58 WIB
Para pebalap tanggapi format baru MotoGP 2027. (@aprilia/Instagram).

JawaPos.com - Jorge Martin, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi memberikan tanggapannya terkait format baru MotoGP yang direncanakan berlaku pada 2027. Perubahan itu mencakup dua sesi kualifikasi terpisah, masing-masing untuk menentukan posisi start balapan Sprint dan Grand Prix.

Jorge Martin mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana format baru itu akan memengaruhi jalannya pekan balapan. Menurut Martin, jadwal yang lebih padat menuntut pebalap untuk beradaptasi sekaligus mengelola risiko dengan cermat.

“Saya belum tahu apa yang harus diharapkan. Semuanya akan sangat intens dan kami harus beradaptasi. Mengendalikan risiko akan menjadi hal penting karena akan ada banyak kesempatan untuk menyerang,” ujar Martin dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

Meskipun demikian, pebalap  berusia 28 tahun itu menyambut positif rencana penghapusan sesi pemanasan atau warm up. Perubahan itu menjadi salah satu aspek format baru yang disukainya.

Sementara itu, Marc Marquez memberikan penilaian lebih hati-hati. Marquez menilai para pembalap perlu memahami tujuan perubahan itu karena tambahan sesi kualifikasi berpotensi meningkatkan beban fisik sepanjang akhir pekan.

“Yang penting adalah memahami tujuan perubahan ini. Bagi kami, semuanya akan lebih menuntut, tetapi kami akan beradaptasi,” kata Marquez.

Ketika ditanya mengenai pernyataan Pedro Acosta yang menilai format baru berpotensi memperpendek karier pembalap akibat tuntutan fisik yang lebih besar, Marquez menjawab dengan nada bercanda.

“Saya setuju dengannya, tetapi karier saya sendiri sudah mendekati akhir,” ucapnya.

Baca Juga: MotoGP: Marc Marquez Hadapi Rekor Buruk di Mandalika, Waspadai Ancaman Aprilia

Berbeda dari Martin dan Marquez, Bezzecchi justru menunjukkan respons lebih positif terhadap rencana perubahan itu.

Bezzecchi menilai pemisahan sesi kualifikasi untuk Sprint dan Grand Prix dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi para pebalap.

“Saya menyukainya. Memang akan menuntut secara fisik, tetapi menyenangkan memiliki dua sesi kualifikasi yang berbeda. Dengan begitu, Anda tidak berisiko merusak peluang di kedua balapan hanya karena satu sesi kualifikasi,” kata Bezzecchi.

Perubahan format itu sendiri masih menjadi bahan pembahasan menjelang penerapannya pada 2027. Untuk saat ini, fokus utama para pebalap tetap tertuju pada GP Indonesia di Sirkuit Mandalika pada Minggu (11/10).

EDITOR: Hendra