← Beranda
Mahasiswa UINSA Tetap Blokade Gedung Rektorat hingga Rektor Definitif Terpilih
Ardini Pramitha• Minggu, 27 September 2026 | 23.59 WIB
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) tetap memblokade gedung rektorat hingga rektor definitif terpilih. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - Meski akses masuk ke kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) telah dibuka, mahasiswa tetap memblokade gedung rektorat.

Aksi blokade itu dilakukan hingga rektor definitif terpilih. Sementara pembukaan akses kampus dilakukan agar aktivitas perkuliahan dan pelayanan mahasiswa normal kembali.

Pembukaan kembali akses masuk kampus ini dilakukan setelah Menteri Agama mencopot Akh Muzakki dari jabatan rektor dan digantikan oleh pelaksana tugas (Plt).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA Surabaya Fadlurrakhman Fazle saat konferensi pers di gedung rektorat, Minggu (27/9). 

Baca Juga: Mahasiswa Buka Akses Kampus UINSA, Tuntut Rektor Definitif Segera

“Gedung ini akan tetap kami blokade sampai terdapat kepastian rektor definitif,” kata Ale sapaan akrabnya. 

Ale menjelaskan bahwa blokade tersebut menjadi bentuk pengawalan mahasiswa terhadap proses kepemimpinan UINSA. 

Pergantian pejabat rektor menjadi pelaksana tugas, menurut mahasiswa, belum menyelesaikan persoalan kepemimpinan di kampus tersebut.

“DEMA UINSA beserta seluruh organisasi dan elemen mahasiswa tetap akan mempertahankan pengawalan dan blokade terhadap gedung rektorat sebagai simbol, bahwa persoalan kepemimpinan UINSA belum selesai hanya dengan pergantian pejabat dari rektor menjadi pelaksana tugas,” ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya mendesak Menteri Agama segera menetapkan proses dan timeline pemilihan rektor UINSA.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Surabaya Tetap Segel Rektorat Sampai Terpilihnya Rektor Definitif

Mereka menyatakan akan terus mengawal proses tersebut secara terbuka, konstitusional, dan bertanggung jawab.

"Dalam pelaksanaannya, kami tetap berkomitmen menjaga ketertiban, keamanan. Kami tidak akan melakukan tindakan perusakan, serta kami juga akan memberikan akses bagi keadaan darurat dan kepentingan yang secara objektif bersifat mendesak,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, mahasiswa UINSA kompak menutup pintu masuk utama kampus sebagai bentuk protes terpilihnya Akh Muzakki menjadi rektor untuk periode kedua. 

Mereka menolak UINSA dipimpin kembali Muzakki karena dinilai banyak kemunduran saat menjabat pada periode pertamanya. Bahkan, Muzakki diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Tuntutan Belum Tuntas, Mahasiswa UINSA Berkomitmen Kawal Rektor Baru Setelah Prof Muzakki Dicopot

 

EDITOR: Bayu Putra