JawaPos.com - Pemerintah Kota Surabaya mulai menata dan mempercantik kawasan Keputih Tegal pada Jumat (2/10). Sebelumnya, kawasan Surabaya Timur itu dijadikan usaha pengelolaan sampah ilegal yang berdiri di atas aset daerah.
Sebelum dilakukan penatan, Pemkot Surabaya lebih dahulu melakukan pembersihan dan pembongkaran bangunan semi permanen. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M Fikser mengatakan tujuan dilakukan penataan adalah untuk mengembalikan fungsi kawasan sekaligus mempercantik lingkungan agar lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya kawasan tersebut akan ditanami berbagai jenis pohon sebagai upaya mengembalikan kondisi lingkungan setelah aktivitas pemilahan sampah ditertibkan. "Jadi setelah kita lakukan penertiban dan pembersihan, kami akan tanam dengan berbagai pohon," kata Fikser Jumat (2/10$.
Fikser menjelaskan aktivitas pemilahan sampah sebelumnya turut berdampak terhadap kondisi sejumlah taman yang dibangun di Keputih Tegal. Material hasil pemilahan sampah ditumpuk di area taman sehingga menyebabkan fungsi dan kondisi taman terganggu.
"Sekarang taman PUPR sekian lama jadi rusak. Karena mereka numpuk barang-barang hasil pemilahan (sampah) itu di Taman PUPR," ujarnya. Setelah penertiban, Fikser menyebut Pemkot Surabaya akan memperbaiki dan merawat kembali taman di kawasan tersebut.
Penataan juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman sekaligus memiliki daya tarik bagi masyarakat. "Nah, setelah ini taman kita perbaiki, kami rawat, kita jaga dan kita tanami lagi. Kawasan ini nanti kita usulkan supaya diaspal, diperbagus, dipasang PJU (Penerangan Jalan Umum) supaya terang, sehingga orang mau datang ke sini," jelas Fikser.
Rencana penataan kawasan Keputih Tegal tersebut juga terintegrasi dengan pengembangan Taman Harmoni. Pemkot Surabaya berencana meningkatkan Taman Harmoni sebagai destinasi wisata malam pada 2027.
Fikser mengatakan, pengembangan tersebut akan dilengkapi dengan pencahayaan dan sejumlah inovasi baru. Dengan demikian, kawasan Taman Harmoni diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan ruang rekreasi bagi masyarakat pada malam hari.
"Taman Harmoni di 2027 rencananya kami akan tingkatkan menjadi tempat wisata malam hari. Ada lampu-lampu, ada inovasi baru yang akan kami lakukan," katanya.