
MIX & MATCH: Tembok unfinished dan pembatas dari besi mewakili gaya industrial. dipadukan dengan karpet bercorak tribal dan tanaman yang terkesan tropikal. (Riana/Jawa Pos)
Bosan dengan gaya minimalis? Coba jajal gaya industrial. Tema itu punya tampilan simpel dan menitikberatkan fungsi, namun tetap menarik dan mudah dipadupadankan dengan tema lain.
--
SEPERTI namanya, tema industrial terinspirasi desain pabrik. Penataannya berfokus pada fungsi. ’’Makanya, gaya ini punya ciri khas furnitur yang berbahan metal dan kayu berat. Solid dan tanpa finishing warna-warni,” ungkap desainer interior Olyvia Damayanti.
Dia menjelaskan, gaya tersebut punya palet warna yang cenderung monokrom. Pilihan warnanya di kisaran warna netral serta gelap, sesuai warna logam dan kayu. Jadi, ada kesan vintage di tampilan keseluruhan, sekaligus maskulin. Olyvia menuturkan, hal itu membuat furnitur terlihat unik. Meski berpotongan modern, tetap ada sentuhan karat atau ’’dipakai” pada perabot.
Lantaran punya warna yang relatif netral, desain ala industrial mudah dikawinkan dengan tema lain yang lebih berwarna. ’’Tergantung selera pemilik rumah, ingin look keseluruhan yang seperti apa,” papar desainer interior untuk Kana Furniture tersebut.
Photo
DUA FUNGSI: Pintu geser berbahan kayu ini jadi highlight di ruangan yang terletak di lantai bawah. (Riana/Jawa Pos)
Padu padan tema industrial pun tidak terbatas. Bisa dipadukan dengan tema yang berseberangan. Misalnya, tema urban jungle yang diterapkan Miky Setiawan. Dalam huniannya, dia menggabungkan unsur industrial yang diwakili railing tangga logam dan dinding unfinished, dengan sentuhan serbahijau dan beragam tanaman.
’’Secara konsep memang menantang karena keduanya enggak nyambung. Tapi, nyatanya masuk-masuk aja,’’ kata Miky. Dia juga mengombinasikan banyak tema sekaligus. Mulai gaya Skandinavia, tribal, hingga shabby chic. Meski berseberangan, tema-tema itu bisa saling melengkapi.
Miky mencontohkan desain dapur yang berbatasan langsung dengan teras mini. Dia menggunakan ubin tribal monokrom yang bermotif Santorini Blue. ’’Tema ini lebih feminin. Bisa menyeimbangkan tema industrial yang macho banget,” jelasnya. Begitu pula dengan tambahan macrame dan tanaman hias di ruang tengah.
Photo
TERSEMBUNYI: Di balik pintu tersebut ada walk-in closet dan kamar mandi. (Riana/Jawa Pos)
Lantaran terkesan simpel dan jadul, gaya industrial cocok dipadukan dengan furnitur lawas. Misalnya, kursi goyang dan radio. Di ruang tamu, Miky juga memilih peti kayu beroda untuk menggantikan meja. ’’Sengaja cari pernik-pernik yang jadul, tapi tetap kontemporer. Bukan perabot koleksi yang punya nilai histori tertentu,” ujar creative director Rain Drops Deco tersebut.
Miky menambahkan, mix and match aneka tema itu tidak terlepas dari konsep rumahnya yang juga merangkap studio. Miky ingin setiap ruangan memiliki nuansa yang berbeda, namun tetap punya benang merah. ’’Tiap ruang punya daya tarik tersendiri,’’ tuturnya.
Photo
DEKORATIF: Hiasan macrame berukuran besar digantung di ruang makan. (Riana/Jawa Pos)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
