
Talkshow IAI bertajuk Understanding FSC for Architects: From Certification to Construction” dalam rangkaian ARCH:ID 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com–Peran arsitek semakin krusial dalam menentukan arah pembangunan yang bertanggung jawab. Arsitek memiliki peran strategis dalam menentukan spesifikasi material yang digunakan dalam setiap proyek.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat adopsi material ramah lingkungan di berbagai proyek arsitektur. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional, IAI Jakarta, dan IAI Banten berkolaborasi dengan pelaku dalam ekosistem FSC menghadirkan talkshow bertajuk Understanding FSC for Architects: From Certification to Construction dalam rangkaian ARCH:ID yang merupakan forum dan pameran arsitektur tahunan IAI di BSD City, Tangerang Selatan.
Talkshow ini dirancang sebagai forum edukatif sekaligus praktis bagi arsitek untuk memahami secara menyeluruh penggunaan material kayu bersertifikat FSC, mulai dari aspek sertifikasi, rantai pasok, hingga implementasi dalam desain dan konstruksi. Dengan dukungan IAI sebagai organisasi profesi arsitek, sesi ini menjadi ruang strategis untuk menjembatani kebutuhan antara industri material dan praktisi desain.
Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto mengatakan, melalui kolaborasi seperti ini, pihaknya mendorong anggota IAI untuk semakin memahami dan mengadopsi prinsip keberlanjutan. Termasuk penggunaan material bersertifikat FSC sebagai bagian dari praktik profesional yang bertanggung jawab.
Sementara itu, Shri Chandra Satryotomo, ketua IAI Banten melihat kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat kapasitas arsitek. Menurut dia, inisiatif ini sangat relevan untuk memperkaya wawasan arsitek, khususnya dalam menjawab tuntutan global terhadap pembangunan berkelanjutan.
Menurut Isra Ruddin, Member FSC & CEO IRCOMM ArchieSpace, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi membangun ekosistem kolaboratif yang berorientasi pada keberlanjutan. Talkshow ini bukan hanya forum diskusi, tetapi langkah konkret untuk mempertemukan arsitek dengan pelaku industri dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
”IRCOMM ArchieSpace kami hadirkan sebagai perusahaan baru di bawah IRCOMM Group yang berfokus sebagai Sustainable Service Provider. Kami secara aktif membangun kolaborasi dengan para FSC Certificate Holder untuk mengembangkan peluang berbagai proyek berkelanjutan yang dapat langsung diimplementasikan di sektor arsitektur dan konstruksi,” papar Isra Ruddin.
Thomas Hidayat Kurniawan, CEO MK Academy menegaskan bahwa kesiapan industri terhadap sertifikasi FSC harus diimbangi dengan pendampingan yang tepat. Saat ini, semakin banyak perusahaan yang dituntut untuk menggunakan material berkelanjutan/Sustainable Product.
”Namun belum memahami sistem sustainability FSC dan proses sertifikasinya. MK Academy hadir sebagai mitra strategis yang membantu perusahaan, baik yang baru memulai maupun yang ingin meningkatkan sistem keberlanjutannya untuk mendapatkan dan mengoptimalkan sertifikasi FSC,” terang Thomas Hidayat Kurniawan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022