
Ilustrasi pertunjukan teater. Dery Ridwansah/JawaPos.com
JawaPos.com - Bahasa tidak sekadar ujaran yang dilontarkan lewat kosakata. Ranah PAC melihatnya lebih dari aspek hulu, yakni bunyi. Cara pandang itu ditampilkan dalam sebuah pertunjukan yang berjudul Sandiwara Pekaba.
Pementasan drama yang dijadwalkan digelar di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Minggu (3/11) itu, menggarap pertunjukannya dari seni tradisi lisan Minangkabau. Tradisi lisan itu meliputi salawat dulang, dikia pano, gandang tambua, randai dan sampelong. Lalu diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah komposisi karya yang baru dan berbeda dari sumber asalnya. Itulah Sandiwara Pekaba yang digarap oleh Ranah PAC, kelompok seni pertunjukan dari Padang.
“Pemain dalam karya ini adalah para Pakaba (juru cerita dalam tradisi lisan Minangkabau) yang saling bertarung menggunakan bahasa. Tapi, bahasa di sini dalam pengertian tidak hanya kata atau kalimat verbal, namun bunyi yang bisa datang dari mana saja: tubuh, perkakas sehari-hari, alat musik, dan lain-lain. Dengan kata lain, bahasa dipulangkan ke hulunya, yakni bunyi. Berinteraksi tidak lagi sepenuhnya dengan kosakata, tetapi dengan kosabunyi dan kosagerak,” ungkap Direktur Artistik Ranah PAC, S Metron M, dalam keterangan persnya, Jumat (1/11).
Dramaturgis Ranah PAC, Heru Joni Putra, menambahkan, dasar pertunjukan Sandiwara Pekaba tradisi Minangkabau. “Pada dasarnya berbagai jenis tradisi Minangkabau memiliki karakteristik sebagai sesuatu yang dalam wacana seni pertunjukan. Hari ini disebut seni lintas disiplin. Kami terus mengeksplorasi potensi estetik itu. Tidak ada pemisahan antara musik, tari, atau drama. Semua unsur pertunjukan tersebut dikembangkan sedemikian rupa," ujar Heru.
Karya Sandiwara Pekaba sudah dipentaskan sejak 2014 di beberapa kota. Seperti di Padang, Medan, Pekanbaru, Solo dan Singapora. Namun, karya yang ditampilkan di Galeri Indonesia Kaya telah banyak mengalami perubahan dengan formula paling mutakhir.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
