
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut ukir Jepara bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga penggerak ekonomi. (Istimewa)
JawaPos.com–Seni ukir Jepara didorang mendapat pengakuan di tingkat internasional, menjadi penggerak ekonomi kreatif nasional. Pemerintah melakukan itu, salah satunya melalui Pameran Seni Ukir Jepara TATAH 2026 di Museum Nasional Indonesia.
Kementerian Kebudayaan menyatakan, pelestarian budaya tidak sebatas menjaga warisan leluhur. Tapi juga harus mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut ukir Jepara memiliki nilai sejarah, filosofi, sekaligus potensi ekonomi yang besar. Ukir Jepara bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga penggerak ekonomi yang memberdayakan perajin, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekosistem industri kreatif.
Baca Juga:Pecinta Kopi Masuk: dari Jakarta sampai Makassar, Ini 10 Kopi Susu Paling Hits di Indonesia
”Pemerintah siap ajukan ukir Jepara sebagai warisan budaya takbenda dunia ke UNESCO. Ini bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia di level internasional,” ujar Fadli Zon.
Pameran TATAH menghadirkan lebih dari 30 karya ukir, termasuk karya ikonik seperti Macan Kurung dan Kursi Kartini. Mengusung tema Suluk–Sulur–Jepara, pameran itu menampilkan perjalanan panjang tradisi ukir Jepara berbasis riset sejarah sekaligus memperlihatkan perkembangan teknik dan estetika dari masa ke masa.
Tidak hanya menghadirkan karya seni, pameran ini juga dikemas dengan pendekatan edukatif. Pengunjung dapat melihat rekonstruksi ruang kerja pengukir atau brak, hingga mengenal alat dan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Baca Juga:Yang Terbit, Yang Tenggelam
Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi lintas negara untuk memperkuat pengakuan tradisi ukir sebagai warisan budaya dunia. Upaya tersebut dinilai dapat memperluas jejaring kerja sama budaya dan industri kreatif Indonesia.
Bupati Witiarso Utomo menegaskan, ukir Jepara merupakan bagian penting dari identitas masyarakat. Ukiran bukan sekadar produk kerajinan, melainkan bagian dari peradaban dan sumber penghidupan ribuan keluarga di Jepara.
”Di balik setiap ukiran, terdapat makna, sejarah, dan penghidupan ribuan keluarga. Ini bukan sekadar produk, tetapi peradaban,” terang Witiarso Utomo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022