
Batu Nisan Aceh
JawaPos.com - Rencana pendaftaran Batu Nisan Aceh ke UNESCO sebagai salah satu bentuk seni dan peradaban Islam di massa silam mendapat sambutan positif dari pegiat seni dan budaya Aceh. Mereka berharap terdaftarnya Batu Nisan Aceh di UNESCO bakal menjadi momentum merevitalisasi dan peradaban Islam di Asia Tenggara.
Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) Mizuar Mahdi berharap nilai estetika berseni tinggi yang terdapat di Batu Nisan Aceh serta manuskrip karya seniman Aceh tempo dulu perlu dipamerkan di Kemah Seniman V.
"Kami mengharapkan, berkumpulnya para seniman Aceh bisa membawa berkah bagi Aceh di bidang seni yang telah ada selama ratusan tahun silam," kata Mizuar Mahdi, seperti dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Rabu (29/3).
Menurut Mizuar, dalam merevitalisasi seni dan peradaban Islam di Asia Tenggara, perlu dihargai karya seniman masa silam. "Seni ukir yang indah terpahat pada batu nisan Aceh itu juga mencatat data sejarah. Selain indah dan mengandung makna, nisan Aceh juga memiliki nilai estetika seni tinggi yang merupakan karya orang-orang terdahulu yang tidak dapat lagi kita temui di era globalisasi saat ini," kata Mizuar.
Lebih jauh dikatakannya, sudah sepatutnya seni ukir dan estetika di batu nisan Aceh serta yang menghiasi manuskrip kuno juga ikut dipamerkan dalam Kemah Seniman Aceh (KSA) yang diselengarakan Dewan Kesenian Aceh (DKA) bersama Disbudpar Provinsi Aceh pada 14 - 16 April 2017 mendatang.
Untuk diketahui seni ukiran dan estetika di batu nisan Aceh memiliki ciri khas yang unik dan penuh dengan nilai-nilai seni tersendiri. Karya seni ukir itu punbanyak jenisnya.
"Misalnya batu nisan bulat polos yang diperuntukkan bagi kaum, serta ada nisan yang berbentuk balok persegi delapan yang didesain khusus dengan nilai-nilai seni yang tinggi dan penuh kaligrafi yang menghiasi keindahan batu nisan Aceh. Nisan Aceh juga memiliki kekhasan tersendiri. Selain pahatannya rumit, di beberapa bagian nisan terukir ayat-ayat Alquran, potongan puisi sufi, serta nama dan tahun kematian," kata Mizuar.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Sejarah Aceh ini turut mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung proses pendaftaran batu nisan Aceh karya seniman Aceh yang paling monumental, bernilai seni tinggi, dan membuat data sejarah, karya seniman tempo dulu ke UNESCO. (rif/iil/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
