
Ilustrasi
JawaPos.com - Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Hendrajoni marah besar melihat ada pembangunan tanpa izin di perbukitan kawasan Mandeh, Koto XI Tarusan.
Kawasan Mandeh ini merupakan areal andalan untuk wisata yang masih perawan dan memiliki potensi besar untuk digarap. Hanya saja saat kunjungan lapangannya pada Selasa (4/4), dia mendapatkan lahan itu ada pembangunan yang ditengarai dilakukan oleh oknum pejabat.
“Setelah melihat langsung ke lapangan saat ini (kemarin, red), ternyata benar laporan yang masuk ke saya selama ini. Kawasan strategis di sini sudah banyak dibangun, dikuasai oknum pejabat tanpa izin. Kita telah dikicuah di nan tarang,” sesal Hendrajoni seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (5/4).
Mantan perwira menengah (pamen) polri ini menyebutkan, kawasan perbukitan banyak dipangkas untuk pembangunan. “Kita koar-koar ingin menawarkan investasi, ternyata di sini bukit-bukit sudah dibabat, dibuka jalan dan dibangun tanpa izin. Oknum pejabat yang punya,” beber Hendrajoni.
Menyikapi temuan tersebut, dirinya segera berkoordinasi dengan penegak hukum dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjutinya. “Saya akan hentikan semuanya. Masak bukit-bukit di sini dibabat semua,” tandasnya.
Dikatakannya, jika ingin membangun di kawasan Mandeh dan lokasi lainnya di Pessel harus ikut prosedur dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pihaknya tidak akan memersulit jika semua persyaratan dilengkapi.
“Jadi, hargai Pemkab Pesisir Selatan. Jangan mentang-mentang pejabat, lantas seenaknya membangun, membabat hutan tanpa izin. Sebab, lingkungan rusak dan masyarakat juga nantinya yang akan terkena dampaknya. Saya tidak ingin itu terjadi dan minta pembangunan itu segera dihentikan,” tandasnya.
Dalam kunjungannya ke Mandeh pada Selasa (4/4), Hendrajoni juga meninjau kawasan Puncak Paku yang akan dibangun rest area sehingga wisatawan nyaman ketika berkunjung ke sana.
“Lokasinya sangat eksotis. Saat ini desainnya sudah dibikin seorang putra Pessel. Untuk pembangunannya, direncanakan dilakukan salah satu perusahaan BUMN di Sumbar,” ungkapnya. (cr18/iil/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
