
Ilustrasi
JawaPos.com - Semenjak dua jembatan utama di Jalan Lintas Sumbar-Riau pada KM 75/76 Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar terputus, pengendara memanfaatkan jembatan kuno buatan zaman Belanda.
Jembatan ini sebelumnya sudah lama tak dipakai, karena sejak 1974 pemerintah membangun dua jembatan baru yang lebih lebar di sebelahnya. Ukurannya pun lebih lebar dibanding jembatan yang dibangun pada tahun 1929 itu.
Pantauan Riau Pos (Jawa Pos Group), jembatan itu letaknya kalau dari arah Pekanbaru, tepat di samping kanan jembatan yang baru-baru ini rusak. Sekitar 10 meter jarak antara dua jembatan ini.
Semenjak jembatan utama rusak, jembatan kuno ini difungsikan. Dijadikan sebagai jalur alternatif bagi kendaraan yang melintas dari dari Pekanbaru menunju Sumbar maupun sebaliknya. Jenis kendaraan yang melintas pun beragam. Mulai dari sepeda motor, hingga kendaraan roda enam ke atas. Sementara truk bermuatan berat tetap dialihkan melalui Simpang TB Rohul-Garuda Sakti Pekanbaru.
Dibandingkan dengan jembatan yang sedang diperbaiki, jembatan kuno ini kalah lebar. Hanya sekitar 5 meter lebarnya. Ini membuat mobil tidak bisa berpapasan. Sehingga petugas menerapakn sistem buka tutup. Hanya satu jalur yang bisa lewat.
Jika jembatan kuno ini tidak ada, maka pengendara harus mengambil jalur yang lebih jauh dan memutar. Sejak jembatan utama rusak, arus transportasi Sumbar-Riau menjadi putus total. Namun perjalanan warga masih dapat tertolong dengan adanya jembatan kuno tersebut.
Terkait dengan konstruksi jembatan kuno ini, memang jauh berbeda dengan jembatan yang baru. Dari segi bentuk, jembatan ini sudah ketinggalan mode. Seperti dinding jembatan, diberi pagar besi yang melintang dengan ketinggian 1 meter. Berbeda dengan jembatan di sampingnya yang meliliki pagar setinggi 5 meter.
Di pangkal-pangkal jembatan, dibangun pagar yang terbuat dari beton. Meski beton ini sudah berlumut, namun kondisinya masih utuh. Terlihat sangat kuat. Buktinya, belum ada sumbing pada beton ini.
Sedangkan di lantainya, sudah tertutup dengan tanah. Samar-samar terlihat aspal kasar. Aspal menuju ke jembatan kuno ini, juga sudah rusak. Bahkan ditumbuhi rumput-rumput liar. Sudah menjadi semak belukar. Karena memang, selama ini jembatan tak pernah digunakan. Sudah kalah saing dengan jembatan di sebelahnya. Tapi ternyata, jembatan kuno yang saat ini digunakan, meski telah berusia hampir 100 tahun.
Menurut pengakuan warga sekitar, jembatan ini dibangun berbarengan dengan Lubang Kolam di Rantau Berangin. Kira-kira tahun 1929. Tentu, jembatan ini jauh lebih dulu dibangun dari jembatan panjang Rantau Berangin yang dibangun sekitar tahun 1974.
“Jembatan ini sudah sangat lama. Kata orang tua-tua, dibangunnya berdekatan waktunya dengan Lubang Kolam. Pada zaman penjajahan Belanda dibangunnya ini,” sebut Ros (54), yang merupakan warga sekitar.
Dia juga menceritakan, jembatan kuno tersebut digunakan sebagai jalur kendaraan menuju tepian sungai Kampar, untuk menaiki rakit. Karena saat itu, jembatan panjang Rantau Berangin belum ada. Untuk menyeberangi sungai Kampar, kendaraan menggunakan rakit.
Tapi, semenjak dibangunnya jembatan modern, jembatan kuno di sampingnya menjudi tertinggal. Dibiarkan begitu saja. Tidak pernah dirawat. Bahkan selayang pandang, tidak terlihat ada jembatan di lokasi itu. Sebab, rumput-rumput liar sudah tumbuh tinggi. Bangunan jembatan kuno menjadi tertutup.
“Kalau tidak salah, jembatan modern itu dibangun antara tahun 1980-1990. Semenjak itulah jembatan lama tidak dipakai lagi,” kata Ros. (*4/iil/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
