
Pasar Sungai Penuh Terbakar pada Rabu (24/1) dinihari mengakbatkan 2 korban tewas dan kerugian ditaksir mencapai Rp 150 miliar.
JawaPos.com - Pusat perbelanjaan Kota Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, tepatnya di samping Kincai Plaza pada Rabu (24/1) dini hari mendadak menjadi lautan api. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 150 ruko, dan 190 lapak habis dilalap si jago merah.
Kebakaran hebat itu juga merengut dua nyawa. Sepasang suami istri hangus terbakar dalam keadaan terpisah. Keduanya terjebak di dalam ruko. Seorang pemilik toko sepatu, Edi Ihklas, terpaksa melawan arus api hingga mengalami luka bakar di sekujur tubuh sebelah kanan.
Kebakaran itu terjadi pada pukul 03.30 WIB. Api baru bisa dipadamkan secara keseluruhan pada pukul 14.30 WIB. Api juga habiskan deretan bangunan, dari Musalla Bagonjong sampai ke arah Masjid Babusalam arah ke Terminal.
Warga setempat yang berada di lokasi tidak mengetahui sumber api. "Belum jelas darimana asal api, warga melihat sudah membesar,’‘ kata Ardi, warga Sungai Penuh seperti dikutip Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Jumat (26/1).
Kebakaran yang berlangsung hingga 11 jam itu lamban ditangani oleh pihak Damkar dan BPBD Kota Sungai Penuh. Pasalnya, hingga pukul 11.00 WIB, hanya terlihat 3 unit mobil pemadam kebakaran yang berada di lokasi.
Anggota Damkar dan BPBD Sungai Penuh kesulitan dalam memadamkan api, dikarenakan lorong yang sempit, sehingga mobil Damkar tidak bisa masuk terlalu jauh di tengah lokasi kebakaran.
Salah satu Anggota TRC BPBD Kota Sungai Penuh, Bambang, yang berhasil dikonfirmasi di lapangan mengatakan, pihaknya sudah berada di lokasi kebakaran pada pukul 04.00 WIB.
Sekitar pukul 10.00 WIB, pihaknya mendapatkan kabar adanya dua orang pemilik toko sepatu yang merupakan pasangan suami istri yang terjebak di dalam toko.
‘‘Mendapatkan kabar itu, kami mencoba mencari hingga membongkar toko sepatu ditempat pasutri itu berada.Petugas menemukan jasad korban. Pasutri ditemukan dalam keadaan hangus terbakar, tepatnya dibelakang toko bagian dapur," ungkapnya.
Setelah ditemukan, jasad pasutri tersebut langsung dibawa ke RSUD MHA Thalib Kerinci untuk dilakukan otopsi. Dari hasil otopsi, ternyata benar bahwa jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar tersebut merupakan jasad pasutri Robin 67 Tahun warga Blok Masjid Babussalam Desa Pasar Baru, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh.
Sedangkan istri Winarti umur 60 Tahun, warga Blok Masjid Babusalam Desa Pasar Baru, kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh.
Dikatakannya, hasil pendataan yang sudah dilakukan, kerugian ditaksir berkisar Rp 150 miliar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
