Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Juli 2018 | 03.37 WIB

Iwan Bule Minta Pj Bupati Sumedang Kawal Proyek Cisumdawu

Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan. - Image

Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan.

JawaPos.com - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan meminta Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto untuk mengawal proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Proyek tol tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada 2019 nanti. Permintaan tersebut diucapkan usai pelantikan di Gedung Sate, Bandung, Kamis (5/7).


"Saya akan arahkan secara detail meskipun itu (Cisumdawu) proyek nasional, pasti saya akan arahkan secara terperinci salah satu akselerasi percepatan yang saya inginkan, yaitu segera tercapainya Cisumdawu," kata Iriawan di Gedung Sate, Bandung, Kamis (5/7).


Pria yang akrab disapa Iwan Bule berharap proyek tol yang menghubungkan Sumedang dengan Tol Cipali tersebut tidak molor atau minimal sesuai target. Sehingga nanti bisa segera dimanfaatkan. Paling terpenting untuk tersambungnya antara Bandung sampai dengan Sumedang, Cisumdawu dengan Tol Cipali. Maka proyek nasional Cisumdawu harus dikawal.


"Itu (proyek Cisumdawu) harus dikawal, karena dampak-dampak sosial yang lebih menguasai pemerintah daerah setempat," ujarnya.


Selain Pj Bupati Sumedang, Iwan Bule juga meminta aparat terkait melakukan komunikasi intensif terkait lahan yang belum bisa dibebaskan. komunikasi dua arah dengan masyarakat perlu dikedepankan, sebab hingga saat ini masih ada lahan yang belum tersebaskan.


"Saya minta Bupati dan perangkatnya, juga komponen masyarakatnya untuk menyelesaikan. Saya yakin masyarakat juga akan bisa diajak kerjasama apabila penyampaian atau komunikasi bisa dua arah," tuturnya.


Pj Bupati Sumedang, Sumarwan mengaku telah berkomunikasi dengan pihak terkait seputar permasalahan pembebasan lahan yang terjadi di lapangan.


"Nanti kita akan seoptimal mungkin, apa kewenangan (pemerintah) Kabupaten, kemudian nanti kita sampaikan ke pemerintah provinsi (Jawa Barat)," jelas Sumarwan.


Salah satu permasalan yang muncul terkait pembebasan lahan ini, kata Sumarwan, yaitu sinkronisasi pengosongan lahan antara pengembang dengan masyarakat. Hingga saat ini sisa pembebasan lahan sekitar 20 persen untuk Segmen I (Cileunyi-Tanjungsari)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore