
Dirut PDAM Tirta Moedal, M. Farchan saat dijumpai di kantornya, Semarang, Senin (15/10).
JawaPos.com - PDAM Tirta Moedal Kota Semarang mengklaim pasokan air di wilayahnya menurun pesat. Dari yang biasanya 900 sampai 1.000 liter per detik, kini tinggal 620 liter per detik saja.
Hal itu dibeberkan oleh Dirut PDAM Tirta Moedal, M. Farchan saat dijumpai di kantornya, Semarang, Senin (15/10). Farchan menyebut, turunnya pasokan air hingga 40 persen ini tak terlepas dari fenomena kemarau berkepanjangan. Sehingga menyebabkan keringnya sejumlah sumber air.
"Jadi kalau ada yang airnya mengalir dua tiga hari sekali, itu bukan kehendak kita. Kita perlu melakukan pemerataan-pemerataan (pasokan air)," jelas Farchan.
Keringnya sumber air ini, lanjutnya terjadi di Gunung Pati, Wungkal Kasap, dan lain sebagainya sudah menipis. Sehingga PDAM Tirta Moedal hanya bertumpu pasokan air dari Instalansi Pengolahan Air (IPA) Kaligarang saja. Karena untuk Kudu, saat ini sedang mengalami proses rehabilitasi saluran air baku.
"Di satu sisi, kita juga harus melayani warga, bukan pelanggan, warga yang di wilayahnya sudah tidak ada air," sambungnya. Apalagi tetap harus melayani permintaan kebutuhan air di Bandara serta Pelabuhan.
Farchan menyebut, daerah terdampak dalam hal ini adalah Kota Semarang bagian timur, barat, dan selatan. Meski menyadari pelayanan saat ini sedang terkendala, Farchan mengaku terus berupaya memenuhi kebutuhan air masyarakat.
"Kita upayakan bantuan air tangki walau terbatas dan permintaannya banyak dan tandon di wilayah terdampak itu belum tentu ada," terangnya. Selain itu, diberlakukan pula sistem bergilir pasokan air itu tadi.
Untuk itu, selain meminta masyarakat saat ini mau bersabar, lantaran musim kemarau tahun ini cukup panjang. Sembari pihaknya saat ini tengah menghadirkan solusi, seperti salah satunya mencari sumber air bersih baru melalui realisasi project Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat. Yang targetnya selesai 2021.
"Per 1 September (2019), proyek SPAM Semarang Barat ini jalan. Kita sementara Parallel Pudak Payung sama Jatisari jalan sambil rehabilitasi Klambu-Kudu jalan. Artinya setahun ke depan ada solusi," cetusnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022