Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Oktober 2018 | 20.15 WIB

Melihat Sejarah Lapangan Tembak Senayan

Rekonstruksi peluru nyasar dari Lapangan Tembak Senayan - Image

Rekonstruksi peluru nyasar dari Lapangan Tembak Senayan

JawaPos.com - Posisi Lapangan Tembak Senayan dianggap sudah tidak relevan. Sebab lingkungan di sekelilingnya sudah berubah menjadi kawasan bisnis dan perkantoran.


"Otomatis lapangan tembak terkepung bangunan-bangunan baru dan tinggi," ujar Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna kepada JawaPos.com, Jumat (19/10).


Padahal kata dia, jika dilihat sejarahnya, Lapangan Tembak Senayan sudah lama ada di Kawasan Gelora Bung Karno. Yakni sejak Asian Games IV pada 1962 silam.


Presiden I Soekarno kala itu menjadikan kawasan sekitar Senayan sebagai pusat olahraga. "Penyimpangan terjadi pada masa Orde Baru ketika Hotel Mulia mulai dibangun dan beberapa pusat perbelanjaan baru lainnya berdiri di sekitar Senayan," ulas Yayat.


Melihat kondisi saat ini yang memang sudah tak lagi relevan, dia lantas sependapat dengan wacana relokasi Lapangan Tembak. Namun, dipindahkan ke lingkungan yang jauh dari pemukiman.


"(Ke) Hambalang saja. Kan sudah ada lahan olahraganya," saran Yayat.


Sementara bekas Lapangan Tembak nantinya diharapkan menjadi ruang terbuka hijau. "Jangan jadi kawasan bisnis atau menjadikan lapangan tembak sebagai hotel atau mall baru di sekitar Senayan," pungkas Yayat. (dna)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore