Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Oktober 2018 | 15.42 WIB

Ayu Sempat Janji Pulang ke Palembang November

Ning Icha saat menunjukkan foto Ayu dari telpon genggamnya - Image

Ning Icha saat menunjukkan foto Ayu dari telpon genggamnya

JawaPos.com - "Ayu sempat janji akan pulang ke Palembang November ini," kata Ning Icha, ibu kandung Rezky Amalia, korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin kemarin (29/10).


Alwi Alim, Palembang


Sedihnya yang dialami oleh Ning Icha, 70, warga Komplek Bahagia Jalan Damai 3 Nomor 8-9 Kecamatan Sukarami Palembang. Betapa tidak putri bungsunya tersebut harus menjadi salah satu korban pesawat Lion Air yang jatuh Senin kemarin (29/10).


Bahkan, sesekali wanita yang sudah renta ini pun memandangi telpon genggamnya melihat foto dan menunggu kabar dari putri bungsunya tersebut.


Tak hanya dirasakan ibu kandung korban. Suasana haru ini juga dirasakan seisi rumah berwarna biru ini yang tak lain keluarga Rizky Amelia, 30, di Palembang.


Dengan kondisi seadanya dan beralaskan karpet merah, keluarga ini pun memanjatkan doa bagi Ayu dengan pembacaan yasin bersama berharap adanya mukjizat yang diberikan kepada putri bungsu dari emam bersaudara tersebut.


JawaPos.com pun berkunjung ke rumah Ning Icha, Selasa (30/10). Dalam kesempatan ini Ning Icha pun menceritakan sosok putri bungsunya tersebut.


Rizki Amelia yang biasa disapa Ayu ini bekerja di Badan Pengawas Keuangan (BPK) sejak delapan tahun terakhir. Putrinya lulus dari ribuan pelamar yang mengikuti tes penerimaan pegawai BPK ini.


Kemudian, selama enam tahun putri bungsunya mendapatkan penempatan di Jakarta, dan dua tahun ditempatkan di Pangkal Pinang.


Dalam penugasannya di Jakarta, putri bungsu dari enam saudara tersebut menemukan dambaan hatinya, hingga pada empat bulan lalu tepatnya pada 24 Juni 2018 kisah percintaan mereka diikat dalam sebuah ikrar yakni ijab kabul.


"Dia (Ayu) baru empat bulan menikah dengan suaminya Murtado Kurniawan," kata Ning Icha sambil mengusap air matanya.


Sejak menikah, Ayu dan suaminya berbeda tugas sehingga hampir setiap Sabtu putri bungsunya tersebut pulang ke Jakarta dari Pangkal Pinang untuk menemui suaminya. Hingga, pada Minggu saat putrinya tersebut akan kembali bertugas ke Pangkal Pinang, pesawat yang ditumpanginya jatuh.


"Suaminya hingga kini masih mencari keberadaan Ayu di lokasi kejadian," ujarnya.
Sebelum tragedi jatuhnya pesawat, ia dan putri bungsunya tersebut sempat saling memberi kabar. Putri bungsunya ini berencana akan pulang ke Palembang pada November mendatang.


Namun, kenyataan 'berbicara' beda Ayu hilang menjadi korban pesawat Lion Air sehingga dirinya pun hanya bisa pasrah atas ketetapan takdir ini dan hanya bisa mengirimkan doa agar ada keajaiban setidaknya dapat menemukan jenazah putri bungsunya tersebut.


"Ini semua kehendak Allah, kami ikhlas tapi kami berharap kami sekeluarga dapat melihat jasad Ayu untuk terakhir kalinya, dan dapat dimakamkan dengan layak," harapnya kembali berurai air mata.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore