
Suasana di Pertapaan Karmel
JawaPos.com- Kabupaten Malang memiliki salah satu pertapaan berusia cukup tua. Hampir 40 tahun. Namanya Pertapaan Karmel. Bagaimana kedamaian di sana?
Suasana tenang, nyaman, dingin khas udara pegunungan seketika menyergap JawaPos.com, saat berkunjung ke Pertapaan Karmel, Ngadireso, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Senin (24/12).
Deretan pohon pinus dan pepohonan hijau lainnya berderet rapi, seolah menyambut kedatangan tamu. Saat itu, tamu lebih banyak datang. Mereka adalah para umat yang akan mengikuti paket Natal bersama dengan keluarga.
Mobil yang mereka tunggangi didominasi dengan plat dari luar kota. Misalnya saja Surabaya, Pasuruan, Probolinggo bahkan Bali.
"Kami dari Surabaya, macet tujuh jam. Tapi ingin ikut paket ibadah Natal di sini," kata Hendri, kepada JawaPos.com.
Suasana pertapaan yang juga dikenal dengan nama Gua Maria ini sangat tenang. Kicauan burung masih bisa terdengar dengan jelas. Sejauh mata memandang, terlihat pemandangan hijau, hamparan sawah bahkan gugusan pegunungan yang tegas melintang.
Bahkan di pohon-pohon, terlihat jelas tupai yang berlari lincah diantara ranting pohon. Ah, suasana tenang dan nyaman ini membuat hati damai.
JawaPos.com sempat berbincang sebentar dengan Pimpinan Umum Pertapaan Karmel Suster Maria Petra P.Karm. Perbincangan dengan Suster Petra terjedah, karena perempuan asal Attambua itu harus melakukan ibadah di Kapel St Yohanes Salib.
"Silahkan jalan-jalan saja dulu ya, saya mau ibadah dahulu," kata Suster Petra dengan ramah yang langsung disambut oleh saya.
JawaPos.com menuju Gua Maria. Kabarnya, ada dua gua yang dimaksud di pertapaan seluas 10 hektar ini. Gua pertama di belakang kompleks. Kemudian, gua berikutnya di dalam kompleks.
JawaPos.com hanya mengikuti penunjuk jalan tak jauh dari kapel. Salah satunya, ditunjukkan ke Gua Maria.
Ada gerbang dengan ukuran tidak begitu besar dipenuhi dengan tanaman hijau yang menyejukkan mata. Terdapat batu bertuliskan 'Taman Meditasi, Gua Maria dan Jalan Salib'.
Begitu masuk, suasana tak kalah nyaman dan asri tersaji. Rumput terpangkas rapi, pohon-pohon berukuran besar menanungi kepala dengan rindang, batu setapak seolah menunjukkan arah agar tak tersesat.
Sampai di Gua Maria, akan tersaji pemandangan classy. Mengingatkan dengan zaman Romawi kuno. Pasalnya, ada undakan batu yang membentuk setengah lingkaran. Seperti colosseum.
Tepat di depan undakan batu setengah lingkaran itu, terdapat kolam kecil berisi teratai warna putih dilengkapi dengan ikan-ikan kecil. Di dekatnya ada kran air yang berasal dari sumber.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
