
Banjir di Jawa Timur merendam sejumlah ruas tol Trans Iawa. Lalu lintas dialihkan.
JawaPos.com - Banjir yang terjadi di Madiun akibat luapan Kali Glonggong dan Kali Jerohan, Kecamatan Balerejo, menerjang apa saja. Termasuk jalan tol ruas Ngawi-Kertosono, utamanya di Km 603 hingga 604.
Kemacetan panjang pun tidak terhindarkan. Sistem contraflow diberlakukan agar kepadatan lalu lintas bisa terurai. Sejak contraflow tersebut diberlakukan, perlahan lalu lintas mengalir.
Pantauan Jawa Pos menunjukkan, sampai tadi malam sekitar pukul 23.00 ketinggian air mencapai 25 cm. "Surutnya lumayan cepat. Jadi, jalan tol kami buka lagi," kata Kasat PJR Polda Jatim AKBP Bambang Sukmo Wibowo. Dia menambahkan, polisi berusaha memastikan jalur tol aman.
Petugas juga mengantisipasi, jika debit air naik lagi, contraflow diberlakukan lagi. "Polisi masih memantaunya hingga 24 jam. Terus dilihat perkembangannya," terang Bambang.
Bambang menjelaskan, sebelumnya sistem buka tutup jalur yang diberlakukan di sana. Kendaraan dari Surabaya yang menuju Madiun diarahkan ke jalur berlawanan mulai Km 607. Kendaraan masuk ke jalur Madiun-Surabaya. Selanjutnya, di Km 602, arus kendaraan dikembalikan ke jalur semula. Kendaraan harus melintas bergantian.
Rupanya, cara tersebut dinilai belum maksimal. Sebab, kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan di bawah 30 km per jam. Tak pelak, antrean kendaraan di belakangnya semakin panjang.
Nah, agar kemacetan tidak semakin parah, jalur tol Madiun-Surabaya dijadikan dua arah mulai pukul 14.00 kemarin (7/3). Kendaraan dari Surabaya-Madiun harus berbagi jalan dengan kendaraan dari Madiun menuju Surabaya. "Ini harus dilakukan karena buka tutup jalur sudah tidak efektif," tuturnya.
Menurut Bambang, kepadatan lalu lintas mulai bisa terurai sekitar pukul 16.00. Namun, masih ada genangan air di jalur Surabaya-Madiun.
Bambang menilai sudah tidak ada masalah pada arus lalu lintas di tol. Semua kendaraan sudah bisa melintas dengan lancar.
Sekitar 15 jam sebelumnya, PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) menghentikan seluruh kendaraan dari Surabaya yang hendak ke Solo, Jawa Tengah. Kendaraan distop di gerbang tol Caruban. Kendaraan diminta meneruskan perjalanan lewat jalur non-tol. Belakangan langkah itu mengakibatkan penumpukan kendaraan. Apalagi, terjadi kemacetan di Desa Garon, Balerejo, akibat luapan banjir di jalan raya.
GM Operasi dan Maintenance PT NKJ Charles Lendra mengatakan bahwa contraflow diterapkan secara kondisional sehingga belum bisa dipastikan berlangsung sampai kapan. "Yang jelas akan diberlakukan normal bila air benar-benar sudah surut," ucapnya.
Direktur Teknik PT NKJ Mulya Setiawan menambahkan, luapan Kali Glonggong begitu cepatnya menerjang tol. Bahkan, hingga pukul 22.00 Rabu (6/3), dalam satu jam air sudah mencapai ketinggian 80 cm. Akhirnya diputuskan mengalihkan seluruh kendaraan. "Sampai sekarang (kemarin siang, Red) hanya surut sekitar 10 sentimeter," katanya.
Mulya menerangkan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi banjir di tol tersebut. Gangguan kali ini dijadikan pelajaran berharga. Terutama ketika hujan lebat merata di sejumlah wilayah Madiun. "Agar kejadian serupa tidak terulang," ucapnya.
Gubernur Turun Tangan
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa kemarin langsung mendatangi lokasi banjir di Madiun. Kabupaten-kabupaten yang rawan banjir diminta membentuk tim tata ruang wilayah banjir. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi atau pencegahan terhadap meluapnya sungai di beberapa wilayah di Jatim. Khofifah menyebut telah berkonsultasi dengan pakar-pakar drainase. "Butuh lima sudetan. Sekarang baru dua sudetan. Butuh tiga titik lagi," ujarnya saat meninjau posko banjir di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, kemarin.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
