Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 November 2019 | 19.55 WIB

Kemarau Panjang, Air Kawah Kelud Berubah Jadi Oranye

FENOMENA ALAM: Kondisi air kawah Gunung Kelud yang mengalami perubahan warna akibat musim kemarau panjang kemarin. (M. Didin Saputro/Jawa Pos Radar Kediri) - Image

FENOMENA ALAM: Kondisi air kawah Gunung Kelud yang mengalami perubahan warna akibat musim kemarau panjang kemarin. (M. Didin Saputro/Jawa Pos Radar Kediri)

JawaPos.com - Setelah letusan 2014 lalu, aktivitas Gunung Kelud kini sedang istirahat. Yang menarik, warna air kawahnya berubah. Mengapa? Penyebabnya adalah musim kemarau panjang.

Beberapa bulan ini warna air kawah Kelud memang lebih pekat. Hal tersebut dibenarkan petugas Pos Pemantauan Gunung Kelud Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Khoirul Huda.

’’Memang karakternya seperti itu. Dari dulu, kalau kemarau panjang, warna kawah Kelud selalu berubah karena tidak ada air yang memenuhi danau dan terjadi pengurangan volume air kawah,’’ jelasnya kepada koran ini.

Khoirul menegaskan bahwa yang berkurang adalah volume air, sementara kandungannya tetap. Hal itulah yang mengubah warna air kawah. ’’Selama kemarau panjang, air kawah Kelud menguap besar-besaran. Sementara input air tidak ada. Ada pun sangat kecil, dari sumber di sekitar kawah,’’ paparnya.

Dalam waktu lima bulan ini, di puncak gunung hujan tidak turun sama sekali. Bahkan, terakhir, permukaan air kawah turun sampai 10 meter. Jika dilihat secara saksama, sisa-sisa belerang terlihat jelas menempel di sekeliling bibir kawah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore