
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa
JawaPos.com–Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta, menyebut tiga warga Bantul yang dilaporkan terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona baru pada Jumat (8/5) berasal dari klaster Indogrosir, Mlati, Kabupaten Sleman.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa seperti dilansir dari Antara mengatakan, informasi hari ini (8/5) ada empat pasien positif baru, tiga pasien di antaranya adalah klaster Indogrosir (IG). Tiga pasien positif baru itu, adalah laki-laki berusia 24 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Bantul, kemudian laki-laki berusia 48 tahun, dan laki-laki berusia 44 tahun, keduanya dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bantul.
”Ketiganya dari (Kecamatan) Sewon, Sedayu, dan Banguntapan,” kata Sri Wahyu pada Jumat (8/5).
Sedangkan satu pasien positif baru lain, adalah perempuan berusia 13 tahun asal Kecamatan Piyungan. Pasien dirawat di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul, penularannya dari klaster kegiatan tablig di Jakarta.
Dengan tambahan empat kasus positif pada 8 Mei, total kasus positif di Bantul dari awal masuk Bantul hingga hari ini ada 36 orang, dengan kesembuhan 13 orang, dan meninggal dua orang. ”Pasien positif Covid-19 yang masih dirawat berjumlah 21 orang,” terang Sri Wahyu.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul juga menyebut dari hasil penelusuran kasus yang sudah positif ditemukan adanya transmisi atau penularan lokal yang ditandai keberadaan Covid-19 yang menular terhadap orang lain tanpa harus bepergian keluar wilayah atau bertemu dengan orang asing dari luar wilayah.
”Kasus transmisi lokal Covid-19 di Bantul tersebut di antaranya terjadi di wilayah Kecamatan Kasihan, Sewon, Piyungan, dan Kecamatan Banguntapan yang telah dilakukan tes dengan hasil positif terinfeksi korona,” ujar Sri Wahyu.
Oleh karena itu, Gugus Tugas Covid-19 Bantul mengimbau masyarakat dan semua pihak meningkatkan kesadaran agar penyebaran virus bisa diputus dengan tetap menjalankan aturan pemerintah dengan selalu menjaga jarak dengan siapapun saat beraktivitas di luar.
”Hindari kerumunan, tidak keluar rumah kecuali hal yang penting, rajin cuci tangan, penerapan PHBS (penerapan hidup bersih dan sehat), wajib pakai masker, dan isolasi mandiri selama 14 hari bagi yang baru bepergian dari luar daerah,” kata Sri Wahyu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=lcgjvICMfF4
https://www.youtube.com/watch?v=5OAiwA7ZNvQ
https://www.youtube.com/watch?v=2Y86hriE71A

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
